PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatat laba bersih Rp 1,73 triliun di akhir 2012 (unaudited), meningkat 17% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,48 triliun. Pertumbuhan laba terutama didorong naiknya penjualan dan efisiensi perusahaan.
Laba bersih per saham indikatif meningkat sebesar 17% menjadi Rp 36,9 per lembar saham dari Rp 31,6 per lembar saham.
"Berdasarkan laporan keuangan sebelum diaudit, kami mampu mencapai target pertumbuhan yang kuat dan profitabilitas yang baik, sesuai target yang ditetapkan," kata Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan Kalbe Vidjongtius dalam siaran pers, Selasa (5/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, marjin laba kotor terhadap penjualan bersih tercatat menurun dari 50,9% pada tahun 2011 menjadi 47,8% pada tahun 2012. Hal ini terutama diakibatkan oleh perubahan komposisi bisnis pada tahun 2012 dengan adanya peningkatan kontribusi Divisi Distribusi dan Logistik dari 35% pada tahun 2011 menjadi 38% pada tahun 2012.
Walaupun nilai tukar Rupiah melemah akibat pengaruh krisis keuangan Eropa, harga bahan baku secara keseluruhan cukup stabil sehingga tidak menimbulkan tekanan terhadap biaya bahan baku. Sehubungan dengan biaya upah, Perseroan memperkirakan kenaikan Upah Minimum Regional yang cukup tinggi sejak tahun 2013 tidak akan berdampak besar terhadap margin karena upah bukan merupakan komponen biaya yang signifikan.
Untuk mengantisipasi dampak penurunan margin, Perseroan terus menerapkan pengendalian biaya produksi secara konsisten dan perbaikan proses bisnis yang berkelanjutan melalui program Continuous Improvement (Conim) untuk mencapai efektivitas dan efisiensi yang lebih baik.
Rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada tahun 2012 menurun menjadi 16,2% dari 18,0% pada tahun sebelumnya, terutama karena dampak penurunan margin laba kotor. Beban usaha tercatat mengalami penurunan sebesar sekitar 1,2%, dari sebelumnya 32,8% menjadi 31,6% terhadap penjualan bersih. (ang/dnl)











































