Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 21,464 poin (0,48%) ke level 4.469,101 terkena sentimen negatif dari pasar global dan regional. Kembali memanasnya krisis utang Uni Eropa jadi alasan investor lakukan aksi jual.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi. Investor mengamankan portofolionya dengan melepas saham sambil mengambil untung. Indeks pun sempat jatuh hingga ke level terendahnya hari ini di 4.462,438.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi ambil melanda delapan sektor industri di lantai bursa, sedangkan dua sektor lainnya masih bisa menguat, yaitu sektor konsumer dan perdagangan. Aksi profit taking ini dipicu posisi indeks yang kemarin sudah naik tinggi dan sentimen negatif krisis utang Uni Eropa.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 132.468 kali pada volume 5,18 miliar lembar saham senilai Rp 2,972 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 155 saham turun, dan 108 saham stagnan.
Maraknya sentimen dari pasar global, terutama soal krisis utang Uni Eropa, membuat bursa-bursa di Asia terpuruk di zona merah. Bahkan, bursa saham Hong Kong dan Jepang amblas lebih dari satu persen.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 9,80 poin (0,40%) ke level 2.418,35. Β
- Indeks Hang Seng anjlok 399,72 poin (1,69%) ke level 23.285,29. Β
- Indeks Nikkei 225 jatuh 191,31 poin (1,70%) ke level 11.069,04. Β
- Indeks Straits Times menguat 25,01 poin (0,76%) ke level 3.272,36. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 49.900, Panin Sekuritas (PANS) turun Rp 250 ke Rp 3.300, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.000, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 6.150.
(ang/dnl)











































