Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.680 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.675 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 21,464 poin (0,48%) ke level 4.469,101 terkena sentimen negatif dari pasar global dan regional. Kembali memanasnya krisis utang Uni Eropa jadi alasan investor lakukan aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 16,530 poin (0,37%) ke level 4.474,035 menyusul ramainya aksi ambil untung. Saham-saham unggulan di sektor komoditas terkena koreksi paling tajam.
Aksi ambil untung melanda tujuh sektor industri di lantai bursa, sedangkan tiga sektor lainnya masih bisa menguat, yaitu sektor konsumer dan perdagangan. Aksi profit taking ini dipicu posisi indeks yang kemarin sudah naik tinggi dan sentimen negatif krisis utang Uni Eropa.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (5/2/2013), IHSG ditutup turun 11,124 poin (0,25%) ke level 4.479,441. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,357 poin (0,18%) ke level 766,849.
Aksi jual ini dilakukan investor domestik, sedangkan investor asing masih terus berburu saham. Transaksi asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 769,92 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 206.211 kali pada volume 8,557 miliar lembar saham senilai Rp 5,798 triliun. Sebanyak 75 saham naik, sisanya 160 saham turun, dan 122 saham stagnan.
Bursa saham China berhasil balik arah ke zona positif dan menjadi satu-satunya bursa yang menguat di Asia. Sedangkan pasar saham lainnya di regional masih terpuruk di zona merah.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 4,98 poin (0,20%) ke level 2.433,13.
- Indeks Hang Seng terjun bebas 536,48 poin (2,27%) ke level 23.148,53.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 213,43 poin (1,90%) ke level 11.046,92.
- Indeks Straits Times turun 25,24 poin (0,77%) ke level 3.272,13.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 5.000 ke Rp 810.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 500 ke Rp 63.800, Fast Food (FAST) naik Rp 500 ke Rp 13.000, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 16.250.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 49.950, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.000, Multi Prima (LPIN) turun Rp 200 ke Rp 6.150, dan J Resources (PSAB) turun Rp 175 ke Rp 4.050.
(ang/dru)










































