Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Tertinggi

Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Tertinggi

- detikFinance
Rabu, 13 Feb 2013 16:08 WIB
Asing Borong Saham, IHSG Tembus Rekor Tertinggi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 23 poin berkat aksi borong saham yang dilakukan investor asing. Aksi buru saham ini berhasil mendorong indeks menembus rekor tertingginya sepanjang sejarah.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.640 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka menguat 6,401 poin (0,14%) ke level 4.554,644. Indeks masih terus menanjak meski kemarin sudah mencetak rekor tertingginya kemarin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli asing mendorong indeks terus melaju di zona hijau. Indeks pun langsung menembus level intraday tertingginya di level 4.586,980.

Padahal, kemarin indeks baru saja dapat rekor intraday tertingginya, yaitu di level 4.548,542. Rekor itu terpecahkan lagi hanya dalam jeda satu hari saja.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menanjak 31,972 poin (0,70%) ke level 4.580,215 akibat aksi borong di saham-saham unggulan. Indeks pun semakin mendekati level 4.600.

Penguatan indeks kali ini disokong oleh banyaknya sentimen positif yang beredar dari pasar global, seperti Wall Street yang hampir menembus rekor baru serta penyataan Presiden AS Barack Obama soal rencana dibukanya perdagangan bebas AS-Uni Eropa demi menggenjot pertumbuhan ekonomi.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (13/2/2013), IHSG ditutup menguat 23,325 poin (0,51%) ke level 4.571,568. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,386 poin (0,56%) ke level 784,914.

Maraknya sentimen positif serta aksi borong saha investor asing kembali mengantarkan indeks ke rekor tertingginya. Rekor IHSG tertinggi sebelumnya terjadi kemarin di level 4.548,243 setelah menanjak 44,996 poin (1,00%).

Saham-saham konsumer melaju kencang, dibuntuti oleh saham konstruksi dan finansial. Sayangnya, sektor konstruksi jatuh ke zona merah akibat tekanan jual. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 465,24 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 161.511 kali pada volume 6,537 miliar lembar saham senilai Rp 5,109 triliun. Sebanyak 135 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 124 saham stagnan.

Bursa saham China, Hong Kong dan Taiwan masih tidak berdagangan hari ini, libur menyambut hari raya Imlek. Pasar saham regional yang buka hari ini ditutup mixed.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
  • Indeks Nikkei 225 melemah 117,71 poin (1,04%) ke level 11.251,41.  
  • Indeks Straits Times menguat 30,76 poin (0,94%) ke level 3.301,06.  
  • Indeks KOSPI naik 30,28 poin (1,56%) ke level 1.976,07.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 10.000 ke Rp 290.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 3.750 ke Rp 72.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.000 ke Rp 22.050, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 50.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun Rp 500 ke Rp 9.000, XL Axiata (EXCL) turun Rp 200 ke Rp 5.800, BCA (BBCA) turun Rp 200 ke Rp 9.850, dan Indofood (INDF) turun Rp 150 ke Rp 6.550.


(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads