Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menipis 2 poin menyusul aksi ambil untung di saham-saham unggulan. Indeks sempat naik-turun antara zona merah dan hijau sebelum akhirnya beristirahat di teritori negatif.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka bertambah 8,912 poin (0,19%) ke level 4770,373 mengikuti momentum positif pasar saham global dan regional. Indeks dibayangi aksi ambil untung terkait posisinya yang sudah tinggi.
Aksi beli selektif terjadi di seluruh lapisan dan sektor saham, tapi hanya mampu menahan indeks sebentar di zona hijau. Aksi ambil untung yang secara perlahan mulai terjadi membuat indeks langsung jatuh ke zona merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual menyasar saham-saham unggulan di sektor finansial dan agrikultur. Empat sektor jatuh ke zona merah, sementara enam indeks sektoral lainnya masih bertahan di zona hijau.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 87.429 kali pada volume 3,673 miliar lembar saham senilai Rp 2,576 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 79 saham turun, dan 117 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak bertahan d zona hijau. Sentimen positif dari pasar global membuat pelaku pasar regional makin getol berburu saham.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menanjak 25,11 poin (1,10%) ke level 2.298,52. Â
- Indeks Hang Seng naik 59,25 poin (0,26%) ke level 22.597,06. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 45,51 poin (0,39%) ke level 11.697,80.
- Indeks Straits Times bertambah 12,71 poin (0,39%) ke level 3.252,66. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 13.000 ke Rp 300.000, Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 12.000, Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 25.000, dan Surya Esa (ESSA) naik Rp 325 ke Rp 3.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Nipress (NIPS) turun Rp 200 ke Rp 6.000, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.850, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 150 ke Rp 14.550, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 150 ke Rp 5.200.











































