Mengakhiri perdagangan, Selasa (5/3/2013), IHSG ditutup berkurang 9,760 poin (0,20%) ke level 4.751,701. Sementara Indeks LQ45 turun 3,228 poin (0,39%) ke level 814,924.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat, Indeks Dow Jones menanjak 125,95 poin (0,89%) ke level 14.253,77. Posisi tersebut merupakan rekor tertinggnya sepanjang masa. Rekor tertinggi Dow Jones sebelumnya ada di 14.164,53 yang diraihnya pada 9 Oktober 2007.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indeks S&P 500 masih butuh 2% lagi untuk bisa menembus rekor tertingginya yang diraih pada Oktober 2007, semalam Indeks S&P 500 naik 14,59 poin (0,96%) ke level 1.539,79.
Sedangkan Indeks Komposit Nasdaq melaju lebih tinggi dari dua indeks tersebut, berhasil melompat 2,6% berkat penguatan saham Apple, bertambah 42,10 poin (1,32%) ke level 3.224,13.
Hari ini, IHSG diprediksi akan menguat setelah mendapat sentimen positif dari rekor baru Dow Jones. Aksi beli diperkirakan terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin sudah terkoreksi.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 menanjak 140,69 poin (1,20%) ke level 11.824,14. Â
- Indeks KOSPI naik 13,25 poin (0,66%) ke level 2.029,86. Â
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali ditutup melemah melanjutkan koreksi yang terjadi sehari sebelumnya. Melemahnya indeks terjadi ditengah menguatnya sebagian besar bursa regional Eropa dan Asia. Penguatan bursa regional terkait dengan spekulasi bahwa bank sentral di dunia akan menjaga momentum pemulihan ekonomi. Disisi lain pergerakan indeks global dibayangi oleh Data industri jasa China tumbuh terendah semenjak September lalu. Selain itu, pemerintah China juga melakukan pengetatan kredit properti agar pasar property tidak mengalami bubble dan overheating. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 4.730-4.787.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -9.76 poin (-0.20%) ke 4,751.70 dengan jumlah transaksi sebanyak 13.03 juta lot atau setara dengan Rp5.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.09%), sektor basic-industries (-0.44%), sektor construction and property (+1.34%), sektor consumer goods (+0.02%), sektor finance (-1.44%), sektor infrastructure (+0.79%), sektor mining (-0.09%), sektor misc-industries (+0.61%), dan sektor trade (-0.35%)
Tercatat sebanyak 149 saham mengalami penguatan, 108 saham mengalami penurunan, 97 saham tidak mengalami perubahan dan 116 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.I PGAS (+4.57%), ICBP (+4.85%), ASII (+0.62%), BSDE (+3.87%), dan SMGR (+0.84%). Sementara itu saham-saham yang menempati top losers a.I. BBRI (-2.29%), BBCA (-1.87%), BMRI (-1.55%), CPIN (-3.87%), dan BDMN (-4.76%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp62 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BBRI, BMRI, ASRI, ASII, dan CPIN. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,696 per Dollar AS.
Secara teknikal penurunan IHSG kemarin menandakan indeks memasuki fase konsolidasi. Untuk hari ini diperkirakan IHSG masih bergerak mixed untuk menguji level support di 4,720 dimana pada area level ini terjadi common gap. Dengan support 4,720 dan resistance 4,825. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BBCA, PTRO, ROTI.
(ang/ang)











































