Aksi Borong Saham Dorong IHSG Cetak Rekor Tertinggi

Aksi Borong Saham Dorong IHSG Cetak Rekor Tertinggi

- detikFinance
Kamis, 07 Mar 2013 16:07 WIB
Aksi Borong Saham Dorong IHSG Cetak Rekor Tertinggi
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertingginya sepanjang masa menyusul maraknya aksi borong saham. Saham-saham lapis dua menjadi incaran investor.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.690 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 0,651 poin (0,01%) ke level 4.825,334 mulai kehilangan 'bahan bakar' setelah naik tinggi dalam beberapa hari terakhir. Indeks pun bergerak datar dan fluktuatif dalam rentang yang sempit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli selektif masih terjadi di beberapa lapisan saham meski aksi ambil untung juga masih membayangi pergerakan IHSG. Indeks masih bergerak naik turun antara zona merah dan hijau.

Sampai adanya aksi borong saham-saham lapis dua, indeks langsung menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.848,549. Padahal, baru saja kemarin rekor ini terpecahkan saat indeks menembus 4.835,069.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 5,799 poin (0,12%) ke level 4.830,482 berkat aksi beli selektif di saham-saham lapis dua. Saham-saham unggulan terkena profit taking karena sudah naik cukup tinggi pada perdagangan kemarin.

Saham-saham unggulan terkena aksi ambil untung, membuat laju IHSG terhambat dan terancam jatuh ke zona merah. Untungnya koreksi ini masih bisa ditahan oleh penguatan saham-saham lapis dua.

Mengakhiri perdagangan, Kamis (7/3/2013), IHSG ditutup naik 23,616 poin (0,49%) ke level 4.848,299. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,911 poin (0,35%) ke level 832,315.

Posisi IHSG tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.824,683 setelah melonjak 72,982 poin (1,54%) pada penutupan perdagangan kemarin.

Bank Indonesia (BI) kembali memutuskan untuk menahan suku bunga acuannya di level 5,75%. BI telah menahan BI Rate ini selama 1 tahun lebih.

Beberapa investor menilai ditahannya BI rate itu menandakan inflasi yang terkendali dan ekonomi Indonesia masih akan tumbuh. Sehingga aksi beli pun langsung marak terjadi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 191.944 kali pada volume 7,013 miliar lembar saham senilai Rp 6,33 triliun. Sebanyak 128 saham naik, sisanya 99 saham turun, dan 105 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia menutup perdagangan hari ini dengan mixed. Beberapa pelaku pasar Asia akumulasi beli saham setelah Dow Jones semalam mencetak rekor tertingginya.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 22,89 poin (0,98%) ke level 2.324,29.  
  • Indeks Hang Seng menipis 6,40 poin (0,03%) ke level 22.771,44.  
  • Indeks Nikkei 225 naik 35,81 poin (0,30%) ke level 11.968,08.  
  • Indeks Straits Times menguat 4,20 poin (0,13%) ke level 3.296,01.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 2.500 ke Rp 903.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.950 ke Rp 26.950, United Tractor (UNTR) naik Rp 800 ke Rp 20.250, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 675 ke Rp 4.700.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 600 ke Rp 50.100, Telkom (TLKM) turun Rp 500 ke Rp 10.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 400 ke Rp 77.000, dan Nipress (NIPS) turun Rp 350 ke Rp 5.650.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads