Naik 26 Poin, IHSG Belum Berhenti Cetak Rekor Baru

Naik 26 Poin, IHSG Belum Berhenti Cetak Rekor Baru

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 08 Mar 2013 16:10 WIB
Naik 26 Poin, IHSG Belum Berhenti Cetak Rekor Baru
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 26 poin berkat aksi beli investor di saham-saham lapis dua. Indeks kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat di posisi Rp 9.685 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.690 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 18,069 poin (0,37%) ke level 4.866,368 menyusul positifnya bursa saham global. Meski posisi indeks sudah jenuh beli, namun masih bisa menguat didorong aksi beli selektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aksi beli itu langsung melontarkan indeks ke posisi intraday tertingginya sepanjang masa di level 4.904,477. Rekor intraday tertinggi sebelumnya ada di level 4.848,549 diraih IHSG kemarin.

Pergerakan IHSG terbilang cukup ngebut karena awal tahun ini IHSG masih berada di level 4.400-an. Hanya kurang dari tiga bulan IHSG sudah menanjak sekitar 500 poin.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 23,024 poin (0,47%) ke level 4.871,323. Aksi borong saham, terutama investor asing, mendorong IHSG naik tinggi.

Sayangnya, begitu IHSG tembus 4.900, para pelaku pasar langsung memanfaatkan posisi yang tinggi ini untuk aksi ambil untung. Sehingga laju IHSG sedikit melambat meski masih bertahan di zona hijau.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (8/3/2013), IHSG menguat 26,196 poin (0,54%) ke level 4.874,495. Sementara Indeks LQ45 naik 4,969 poin (0,60%) ke level 837,284.

Posisi tersebut membuat IHSG kembali menembus rekor tertingginya sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya dipecahkan pada penutupan perdagangan kemarin di level 4.848,299 setelah naik 23,616 poin (0,49%).

Sembilan sektor berhasil menguat akibat aksi beli, hanya satu sektor yang ketinggalan di zona merah, yaitu sektor agrikultur gara-gara kena aksi ambil untung.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 199.787 kali pada volume 8,978 miliar lembar saham senilai Rp 7,661 triliun. Sebanyak 141 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Volume dan nilai perdagangan naik tinggi karena ada transaksi tutup sendiri alias crossing saham PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) senilai Rp 883 miliar di pasar negosiasi oleh broker CIMB Securities Indonesia (YU).

Pagi tadi Dow Jones kembali cetak rekor tertinggi, sentimen ini mendorong pasar-pasar saham Asia menguat. Namun sayang, pasar saham China dan Singapura terkoreksi akibat aksi ambil untung.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 5,68 poin (0,24%) ke level 2.318,61.  
  • Indeks Hang Seng melonjak 320,51 poin (1,41%) ke level 23.091,95.  
  • Indeks Nikkei 225 melompat 315,54 poin (2,64%) ke level 12.283,62.  
  • Indeks Straits Times turun 8,48 poin (0,26%) ke level 3.290,06.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Matahari (LPPF) naik Rp 825 ke Rp 4.200, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 ke Rp 15.450, Tiga Raksa (TGKA) naik Rp 650 ke Rp 3.400, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 40.400.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Sarana Menara (TOWR) turun Rp 500 ke Rp 26.000, Mandom (TCID) turun Rp 400 ke Rp 11.600, Inovisi (INVS) turun Rp 350 ke Rp 6.650, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 49.850.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads