Mengakhiri perdagangan, Selasa (26/3/2013), IHSG ditutup menanjak 42,855 poin (0,89%) ke level 4.842,519. Sementara Indeks LQ45 ditutup melonjak 8,813 poin (1,09%) ke level 818,844.
Saham-saham di Wall Street Reli pada perdagangan Selasa, dengan Dow Jones melompat 100 poin ke rekor tertingginya sepanjang masa. Reli ini dipicu oleh kuatnya data harga perumahan dan manufaktur Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan akan kembali menguat didorong positifnya data ekonomi AS. Namun melemahnya bursa-bursa di Asia bisa menghambat penguatan IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 28,05 poin (0,22%) ke level 12.443,57. Â
- Indeks KOSPI menipis 0,12 poin (0,01%) ke level 1.983,58. Â
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin naik cukup signifikan di tengah melemahnya sebagian bursa regional Asia. Kenaikan IHSG juga didorong oleh pembukaan bursa regional Eropa yang menguat sebagai antisipasi pengumuman beberapa data ekonomi AS yang diproyeksikan mengalami kenaikan sebagai sinyal pulihnya perekonomian global.
Di sisi lain, pergerakan indeks juga masih dibayangi oleh kekhawatiran akan tingginya inflasi untuk beberapa bulan mendatang. Beberapa faktor yang diyakini memberikan kontribusi terhadap inflasi antara lain adalah harga bahan pangan (termasuk bawang dan cabai) serta kenaikan TDL dan kebijakan pemerintah terkait harga BBM. Hari ini kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas. Kisaran support-resistance 4.820-4.870.
Â
eTrading Securities
Pada perdagangan Selasa (26/3) Indeks Dow Jones ditutup naik 111,90 poin (+0,77%) ke 14.559,65 ditengah rilis data ekonomi yang menunjukkan penguatan perekonomian US.
Minyak light sweet diperdagangkan di level US$96 per barel di New York setelah rilis data Durable Goods US yang meningkat melebihi ekspektasi.
IHSG kemarin (26/3) ditutup naik 42,86 poin (+0,89%) ke 4.842,52 dengan asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp294 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. SMGR, BBRI, BBNI, LPPF, dan SSIA.
Mata uang Rupiah terdepresiasi ke 9.738 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG menghasilkan gap up candlestick di mana hal ini mengindikasikan adanya optimisme pasar yang cukup besar.
Pada perdagangan hari ini (27/3) IHSG diperkirakan kembali akan menguat, di mana hal ini terlihat dari candlestick yang berada di atas 5 Day Period Moving Average dan akan bergerak di kisaran 4.750-4.900 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ASII, BBNI, dan BBRI.
(ang/ang)











































