Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 23 poin terkena aksi ambil untung. Untungnya, indeks masih bisa bertahan di level 4.900 berkat saham-saham infrastruktur.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 14,470 poin (0,29%) ke level 4.913,632 atas tekanan jual yang terjadi sejak awal perdagangan. Pelaku pasar mulai mengambil untung atas posisi indeks yang kemarin mencetak rekor tertinggi.
Sejak pembukaan perdagangan aksi jual langsung marak terjadi, indeks pun langsung meluncur ke posisi terendahnya di 4.905,555. Sasaran aksi jual ini adalah saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham berbasis infrastruktur jadi target aksi beli selektif, sehingga menjadi satu-satunya sektor yang menguat. Penguatan ini berhasil menahan indeks di level psiklogis 4.900.
Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri dan industri dasar paling banyak kena aksi ambil untung. Hal yang sama juga terjadi di saham-saham unggulan, terutama komoditas dan perbankan.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 97.177 kali pada volume 5,087 miliar lembar saham senilai Rp 3,153 triliun. Sebanyak 97 saham naik, sisanya 145 saham turun, dan 93 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia jatuh semakin dalam hingga siang hari ini gara-gara berkembangnya kekhawatiran dari krisis finansial di Uni Eropa. Jika dibandingkan dengan pasar Asia, koreksi IHSG terbilang tidak terlalu dalam..
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai jatuh 60,66 poin (2,64%) ke level 2.240,60. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 245,45 poin (1,09%) ke level 22.219,37. Â
- Indeks Nikkei 225 ambles 200,56 poin (1,61%) ke level 12.293,23. Â
- Indeks Straits Times menipis 4,10 poin (0,12%) ke level 3.308,93. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 15.000 ke Rp 955.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 84.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 800 ke Rp 47.800, dan Matahari (LPPF) naik Rp 400 ke Rp 11.350.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Lion Metal (LION) turun Rp 700 ke Rp 13.000, Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 22.950, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 400 ke Rp 18.050, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 300 ke Rp 5.500.










































