Menguat di Akhir Perdagangan, IHSG Cetak rekor terbaru

Menguat di Akhir Perdagangan, IHSG Cetak rekor terbaru

- detikFinance
Kamis, 28 Mar 2013 16:10 WIB
Menguat di Akhir Perdagangan, IHSG Cetak rekor terbaru
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil naik 12 poin di pengujung perdagangan berkat aksi beli di saham konsumer dan bank. Indeks kembali cetak rekor tertinggi sepanjang masa.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.720 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun 14,470 poin (0,29%) ke level 4.913,632 atas tekanan jual yang terjadi sejak awal perdagangan. Pelaku pasar mulai mengambil untung atas posisi indeks yang kemarin mencetak rekor tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak pembukaan perdagangan aksi jual langsung marak terjadi, indeks pun langsung meluncur ke posisi terendahnya di 4.905,555. Sasaran aksi jual ini adalah saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG merosot 23,688 poin (0,48%) ke level 4.904,414 terkena aksi ambil untung. Untungnya, indeks masih bisa bertahan di level 4.900 berkat saham-saham infrastruktur.

Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri dan industri dasar paling banyak kena aksi ambil untung. Hal yang sama juga terjadi di saham-saham unggulan, terutama komoditas dan perbankan.

Mengakhiri perdagangan terakhir pekan ini, Kamis (28/3/2013), IHSG ditutup naik 12,884 poin (0,26%) ke level 4.940,986. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,460 poin (0,29%) ke level 836,871.

Rekor IHSG kali ini juga merupakan intraday tertingginya sepanjang masa. Rekor tertinggi IHSG sebelumnya ada di level 4.928,102 pada perdagangan kemarin setelah melesat 85,583 poin (1,77%).

Saham-saham konsumer dan bank kelas berat langsung jadi target aksi beli jelang penutupan perdagangan. Pemicunya hasil kinerja keuangan yang naik tinggi.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 171.578 kali pada volume 7,829 miliar lembar saham senilai Rp 6,883 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 102 saham stagnan.

Pasar saham Singapura menjadi satu-satunya bursa yang menguat hari ini, hampir semua pasar modal regional jatuh ke zona merah gara-gara sentimen negatif dari krisis finansial Uni Eropa.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:
  • Indeks Komposit Shanghai anjlok 64,96 poin (2,82%) ke level 2.236,30.  
  • Indeks Hang Seng melemah 165,19 poin (0,74%) ke level 22.299,63.  
  • Indeks Nikkei 225 jatuh 157,83 poin (1,26%) ke level 12.335,96.  
  • Indeks Straits Times naik tipis 1,63 poin (0,05%) ke level 3.314,66.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Multi Bintang (MLBI) naik Rp 60.000 ke Rp 1 juta, Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 15.000 ke Rp 330.000, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 2.000 ke Rp 84.500, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.950 ke Rp 48.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top lossers antara lain Lionmesh (LMSH) turun Rp 1.000 ke Rp 15.000, Lion Metal (LION) turun Rp 800 ke Rp 12.900, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 750 ke Rp 17.700, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 4.525.
(ang/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads