Pada pekan lalu, indeks S&P 500 menyentuh level tertingginya. Indeks Dow Jones Industrial Average juga membuat rekor baru dalam sejarah. Saham-saham di bursa Wall Street terus naik yang juga didorong oleh stimulus yang dilakukan The Fed, kuatnya kinerja emiten, dan perbaikan indikator ekonomi AS.
Penguatan saham-saham yang terjadi tidak terpengaruh oleh masih buruknya kondisi ekonomi global, seperti krisis di Eropa dan juga pemangkasan anggaran AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya pasar memang sedang volatile. Saya tidak mengatakan sedang ada koreksi pasar, karena turunnya tidak 5% atau 10%," ujar ekonom dari IHS Global Insight Paul Edelstein dikutip dari AFP, Sabtu (6/4/2013).
(dnl/dnl)











































