IHSG Diprediksi Bergerak Datar, Cenderung Melemah

Rekomendasi Saham

IHSG Diprediksi Bergerak Datar, Cenderung Melemah

- detikFinance
Senin, 15 Apr 2013 08:28 WIB
IHSG Diprediksi Bergerak Datar, Cenderung Melemah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan lalu naik 12 poin disokong penguatan saham-saham lapis dua. Indeks menjadi satu-satunya yang menguat di Asia.

Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (12/4/2013), IHSG naik 12,947 poin (0,26%) ke level 4.937,210. Sementara Indeks LQ45 menguat 1,958 poin (0,24%) ke level 834,124.

Saham-saham di Wall Street berakhir melemah setelah sebelumnya menembus rekor tertinggi sepanjang masa. Saham-saham finansial jatuh paling dalam terkena aksi ambil untung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 0,08 poin (0,01%) ke level 14.865,06. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 4,51 poin (0,28%) ke level 1.588,86. Indeks Komposit Nasdaq terpangkas 5,21 poin (0,16%) ke level 3.294,95.

Hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang tipis dan cenderung melemah mengikuti pergerakan bursa global akhir pekan lalu. Bursa-bursa regional yang melemah juga ikut memberi sentimen negatif.

Pergerakan bursa-bursa di Asia hingga pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 melemah 83,67 poin (0,62%) ke level 13.401,47. Β 
  • Indeks KOSPI turun 9,84 poin (0,51%) ke level 1.914,39. Β 

Rekomendasi saham untuk hari ini:
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup naik +12.95 poin (+0.26%) ke 4,937.21 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.1 juta lot atau setara dengan Rp5.8 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.38%), sektor basic-industries (+0.17%), sektor construction and property (+0.67%), sektor consumer goods (+0.18%), sektor finance (+0.19%), sektor infrastructure (+0.16%), sektor mining (+0.59%), sektor misc-industries (-0.98%), dan sektor trade (+1.12%).

Tercatat sebanyak 144 saham mengalami penguatan, 109 saham mengalami penurunan, 107 saham tidak mengalami perubahan dan 111 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BMRI (+1.47%), TLKM (+1.36%), EMTK (+8.47%), BBCA (+0.93%), dan GGRM (+1.50%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-1.29%), BBRI (-1.78%), PGAS (-2.54%), MEGA (-7.69%), dan INDF (-1.33%).

Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp249 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, GGRM, SMGR, BBCA, dan BBNI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,714 per Dollar AS.

Secara teknikal kenaikan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan sinyal bullish pada indikator stochastic, oleh karena itu untuk hari ini diperkirakan IHSG akan naik di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator MA 5 dan MA 20 yang menghasilkan sinyal bullish. Dengan support 4,850 dan resistance 4,985. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BMRI, GGRM, SMGR.

Trust Securities
Rilis penurunan initial jobless claims dan dukungan rilis kinerja beberapa emiten AS yang berhasil melampui estimasi antarkan bursa saham AS melanjutkan kenaikan dan sempat memberikan imbas positif bagi bursa saham Asia, termasuk IHSG. Pelaku pasar pun masih melanjutkan perburuannya terhadap saham-saham pilihan terutama blue chips yang terlihat dari tingginya nilai transaksi pada beberapa saham tersebut. Bahkan beberapa saham-saham pertambangan pun ikut menguat dan membuat indeks Mining menjadi salah 1 top gainer penopang IHSG. Akan tetapi, laju IHSG terhambat oleh tekanan jual setelah pembukaan bursa saham Eropa memerah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4949,84 (level tertingginya) jelang akhir sesi 1 dan menyentuh level 4925,84 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4937,21. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Pada perdagangan Senin (15/4) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4900-4935 dan resistance 4955-4965. Berpola menyerupai shooting star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih mendatar dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih mencoba upreversal. Penutupan IHSG kembali berhasil berada di rentang target resisten kami (4930-4945) dan bahkan sempat melampauinya. Tetapi, dengan adanya tekanan jual membuat tidak dapat bertahan di atas target resisten tersebut sehingga akan rentan berbalik arah jika kondisi pasar saham global tidak mendukung kelanjutan kenaikan.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads