Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka naik tipis 3,447 poin (0,07%) ke level 5.016,085 pasca cetak rekor tertinggi. Aksi ambil untung langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan, membuat indeks bergerak fluktuatif.
Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin belum naik tinggi. Penguatan kali ini kembali mendorong indeks menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 5.023,707.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/4/2013), IHSG naik tipis 7,306 poin (0,15%) ke level 5.019,944. Sementara Indeks LQ45 bertambah 1,192 poin (0,14%) ke level 850,739.
Saham-saham unggulan, terutama yang sudah melaporkan akan membagi dividen, diincar oleh investor. Membuat tujuh sektor di lantai bursa menguat, dipimpin sektor konstruksi
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 80.751 kali pada volume 3,669 miliar lembar saham senilai Rp 3,361 triliun. Sebanyak 104 saham naik, sisanya 110 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia mulai balik arah ke zona hijau, kecuali pasar saham Singapura yang masih melemah. Kinerja emiten serta optimisme pertumbuhan ekonomi global mendorong aksi beli di regional.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melonjak 30,02 poin (1,37%) ke level 2.227,62. Â
- Indeks Hang Seng menguat 223,58 poin (1,04%) ke level 21.736,10. Â
- Indeks Nikkei 225 naik 51,33 poin (0,39%) ke level 13.271,40. Â
- Indeks Straits Times menipis 1,66 poin (0,05%) ke level 3.294,71. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 9.000 ke Rp 321.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.250 ke Rp 37.200, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 50.850, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 83.900.
(ang/dnl)











































