Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/4/2013), IHSG turun tipis 1,538 poin (0,03%) ke level 4.996,923. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,418 poin (0,05%) ke level 847,371.
Indeks sempat menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa di level 5.026,919. Rekor sebelumnya dipecahkan akhir pekan lalu pada level 5.023,707.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones naik 19,66 poin (0,14%) ke level 14.567,17. Indeks Standard & Poor's 500 Index bertambah 7,25 poin (0,47%) ke level 1.562,50. Indeks Komposit Nasdaq melaju 27,50 poin (0,86%) ke level 3.233,55.
Hari ini, IHSG diprediksi akan konsolidasi dulu setelah menembus intraday tertinggi sepanjang masa. Posisi indeks yang sudah jenuh beli rawan terkena aksi jual.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,57 poin (0,00%) ke level 13.568,94. Β
- Indeks KOSPI melemah 4,75 poin (0,25%) ke level 1.921,56. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG terkoreksi tipis melanjutkan koreksi yang terjadi pada perdagangan terakhir pekan lalu. Berlanjutnya aksi profit taking terjadi ditengah menguatnya sebagian bursa regional menyusul data ekspor Jepang yang menguat seiring dengan depresiasi Yen terhadap dollar serta ekspektasi akan rencana program stimulus Jepang. Selain itu pasar juga menyambut hasil pemilu di Italia yang diharapkan akan mampu membawa negara tersebut ke dalam fase pemulihan. Disisi lain pergerakan bursa regional masih dibayangi oleh beberapa isu antara lain Fitch rating menurunkan peringkat Inggris dari AAA menjadi AA+ seiring dengan lesunya outlook ekonomi dan fiskal negara tersebut. Fitch juga memperkirakan rasio utang terhadap PDB Inggris mencapai puncaknya sebesar 101% pada 2015-2016. Untuk jangka pendek kami perkirakan pasar masih akan mencermati beberapa data dari AS, serta laporan keuangan emiten. Kami proyeksikan IHSG hari ini akan bergerak konsolidasi pada kisaran support-resistance 4.970-5.022.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -1.54 poin (-0.03%) ke 4,996.92 dengan jumlah transaksi sebanyak 9.1 juta lot atau setara dengan Rp5.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.77%), sektor basic-industries (-1.41%), sektor construction and property (-0.63%), sektor consumer goods (-0.32%), sektor finance (-0.19%), sektor infrastructure (+0.69%), sektor mining (-0.11%), sektor misc-industries (+0.94%), dan sektor trade (+0.66%).
Tercatat sebanyak 97 saham mengalami penguatan, 165 saham mengalami penurunan, 95 saham tidak mengalami perubahan dan 114 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. TLKM (+2.56%), ASII (+1.30%), BMRI (+0.94%), ACES (+9.38%), dan MNCN (+3.20%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. SMGR (-2.39%), INTP (-2.78%), BBCA (-0.91%), BBRI (-0.57%), dan PGAS (-0.83%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp320 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, MNCN, BBRI, AKRA, dan TLKM. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,716 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin menghasilkan sinyal Doji star candlestick dengan harga penutupan yang berada diatas 5 day period Moving Average. Hal ini mengindikasikan pelemahan kemarin merupakan konsolidasi yang wajar dan hari ini IHSG akan menguat di mana hal ini dikonfirmasi oleh indikator MACD yang menghasilkan sinyal Golden cross. Dengan support 4,900 dan resistance 5,120. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: ASII, BBNI, MPPA.
(ang/ang)











































