Tahun 2013 ini saja, maskapai pelat merah ini harus membayar utang jatuh tempo senilai US$ 60 juta atau setara Rp 570 miliar.
"Tidak bagi dividen, kita masih ada kewajiban yang harus dilunasi hingga 2016. Jadinya kita nggak akan bagikan deviden dulu," ucap Direktur Keuangan Garuda, Handrito Hardjono seusai Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Pacific Place, Jakarta, Jumat (26/4/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui, emiten berkode GIAA, pada tahun 2012 membukukan laba bersih sebesar US$ 110,8 juta atau meningkat 72,6% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang senilai US$ 64,2 juta.
(hen/ang)











































