Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (25/4/2013), IHSG terpangkas 16,016 poin (0,32%) ke level 4.978,507. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 5,890 poin (0,69%) ke level 841,934.
Pasar saham Wall Street menutup akhir pekan dengan mixed setelah laporan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang naik tipis disertai kinerja emiten yang bervariatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini, IHSG diperkirakan masih dalam bayang-bayang aksi profit taking. Melemahnya bursa di Asia bisa menjadi alasan aksi jual investor.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melemah 41,95 poin (0,30%) ke level 13.884,13. Â
- Indeks KOSPI menipis 1,24 poin (0,06%) ke level 1.943,32. Â
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Semesta Indovest
Bursa AS ditutup mixed pada perdagangan Jumat, indeks Dow Jones naik 11,72 poin atau 0,08%, S&P 500 turun 0,18%, dan Nasdaq turun 0,33%. Walau demikian seluruh indeks berhasil mencetak kenaikan lebih dari 1%. Mixed-nya indeks pada Jumat dipicu oleh data ekonomi yang lemah yang menurunkan minat beli investor. Departemen Perdagangan AS merilis data GDP AS yag naik 2,5% lebih rendah dari perkiraan sebesar 3%. Consumer sentiment juga mereda pada pada April ke level 76,4 dari sebelumnya 78,6, namun masih diatas perkiraan sebesar 73,2.
Bursa eropa ditutup melemah terimbas data GDP AS kuartal I yang lebih rendah dari perkiraan. Indeks FTSE turun 0,25%, CAC turun 0,79%, DAX turun 0,23%.
Bursa Indonesia hari ini diperkirakan masih dalam bayang-bayang aksi profit taking yang memungkinkan IHSG kembali berada pada zona negative. Saham-saham yang dapat diperhatikan hari ini antara lain BIPI, CTRP, DGIK, PWON, META.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -16.02 poin (-0.32%) ke 4,978.51 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.1 juta lot atau setara dengan Rp5.7 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.22%), sektor basic-industries (+0.72%), sektor construction and property (+1.47%), sektor consumer goods (-0.75%), sektor finance (-0.20%), sektor infrastructure (-1.28%), sektor mining (+0.28%), sektor misc-industries (-1.57%), dan sektor trade (-0.39%).
Tercatat sebanyak 148 saham mengalami penguatan, 98 saham mengalami penurunan, 98 saham tidak mengalami perubahan dan 127 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI IJ (+1.67%), PGAS (+1.63%), BBNI (+1.90%), CPIN (+2.08%), dan BMRI (+0.47%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TLKM (-4.66%), BBCA (-3.15%), ASII (-2.04%), UNTR (-3.79%), dan UNVR (-1.09%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp202 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, TLKM, EXCL, BBNI, dan INDF. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,722 per dolar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG akhir pekan lalu mengindikasikan hari ini IHSG masih akan mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari indikator MACD yang mulai memasuki teritori negatif dan juga dikonfirmasi oleh indikator stochastic yang menghasilkan sinyal bearish. Dengan support 4,950 dan resistance 5,020. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BBRI, CTRS, SMCB.
(ang/ang)











































