Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 66 poin setelah tak kuasa membendung aksi ambil untung yang mengalir deras. Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi jual, membuat IHSG kembali jatuh dari level 5.000.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.735 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.720 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 9,447 poin (0,19%) ke level 5.051,472 terkena aksi ambil untung pasca cetak rekor tertinggi. Saham-saham unggulan dan lapis dua yang kemarin menguat mulai kena tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG turun 13,841 poin (0,27%) ke level 5.047,078 terkena aksi ambil untung atas posisinya yang sudah masuk area jenuh beli. Saham-saham konsumer masih bertahan positif.
Aksi jual mulai marak memasuki perdagangan sesi sore. Indeks pun langsung meluncur tajam akibat aksi ambil untung yang terus mengalir deras.
Menutup perdagangan, Kamis (2/5/2013), IHSG anjlok 66,873 poin (1,32%) ke level 4,994,046. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,744 poin (1,48%) ke level 847,294.
Aksi jual banyak dilakukan oleh investor asing. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun terkena koreksi, dipimpin oleh saham-saham unggulan, terutama di sektor finansial dan tambang.
Aksi tutup saham sendiri alias crossing yang dilakukan CIMB Securities Indonesia (YU) terhadap saham Indomobil (IMAS) senilai Rp 7,9 triliun membuat volume dan nilai perdagangan melonjak tinggi. Transaksi ini dilakukan di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 173.175 kali pada volume 8,257 miliar lembar saham senilai Rp 15,476 triliun. Sebanyak 59 saham naik, sisanya 214 saham turun, dan 88 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional yang kemarin tutup menyambut hari buruh kini rata-rata ditutup di zona merah. Hanya bursa saham Singapura yang berhasil naik tipis.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sampai sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun ke 3,79 poin (0,17%) level 2.174,12. Â
- Indeks Hang Seng melemah 68,71 poin (0,30%) ke level 22.668,30. Â
- Indeks Nikkei 225 berkurang 105,31 poin (0,76%) ke level 13.694,04. Â
- Indeks Straits Times bertambah 32,93 poin (0,98%) ke level 3.401,11. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Merck (MERK) naik Rp 15.000 ke Rp 160.000, Sepatu Bata (BATA) naik Rp 5.000 ke Rp 60.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 51.000, dan Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 480 ke Rp 2.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Goodyear (GDYR) turun Rp 800 ke Rp 16.900, Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.000, Unilever (UNVR) turun Rp 450 ke Rp 25.250, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 14.800.











































