Menutup perdagangan, Kamis (2/5/2013), IHSG anjlok 66,873 poin (1,32%) ke level 4,994,046. Sementara Indeks LQ45 jatuh 12,744 poin (1,48%) ke level 847,294.
Wall Street ditutup positif menyusul rencana pemangkasan tingkat suku bunga oleh Bank Sentral Eropa serta membaiknya laporan tingkat pengangguran AS. Indeks S&P 500 menembus rekor tertingginya sepanjang masa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 130,63 poin (0,89%) ke level 14.831,58. Indeks Komposit Nasdaq melaju 41,49 poin (1,26%) ke level 3.340,62.
Hari ini, IHSG diperkirakan bisa rebound dengan bantuan sentimen positif bursa global dan regional. Posisi indeks yang sudah turun tajam bisa dimanfaatkan investor untuk mengoleksi saham.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Straits Times menanjak 34,21 poin (1,02%) ke level 3.402,39. Β
- Indeks KOSPI naik 3,39 poin (0,17%) ke level 1.960,60. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin ditutup melemah tajam. Penurunan indeks dipicu oleh langkah S&P merevisi outlook Indonesia dari positif menjadi stabil. Disisi lain S&P masih mempertahankan rating Indonesia pada BB+. Dari eksternal, bursa regional terpengaruh oleh melemahnya Wall Street malam sebelumnya dimana Melambatnya pertumbuhan payroll dan manufaktur di Amerika menjadi penyebab utama penurunan. Perusahaan-perusahaan di Amerika hanya menambah 119.000 payroll di bulan April, angka ini terkecil seejak September lalu. Padahal konsensus memperkirakan akan bertambah 150.000 payroll. Indeks manufaktur Amerika bulan April turun dari bulan sebelumnya 51,3 menjadi 50,7. Angka di atas 50 menunjukan pertumbuhan. Manufaktur China dan Australia juga melaporkan terjadinya perlambatan pertumbuhan. The Fed mempertahankan stimulus US85M/bulan selama angka pengangguran masih di atas 6.5% dan juga inflasi tidak melampaui 2.5%. Kami melihat penurunan yang terjadi kemarin merupakan koreksi wajar yang terjadi di bursa, mengingat sebelumnya IHSG juga sudah menguat signifikan. Kami proyeksikan IHSG akan bergerak konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.970-5.028.
eTrading Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup turun -66.87 poin (-1.32%) ke 4,994.05 dengan jumlah transaksi sebanyak 16.3 juta lot atau setara dengan Rp15.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.98%), sektor basic-industries (-0.71%), sektor construction and property (-2.40%), sektor consumer goods (-0.22%), sektor finance (-2.11%), sektor infrastructure (-1.05%), sektor mining (-1.68%), sektor misc-industries (-1.91%), dan sektor trade (-0.47%).
Tercatat sebanyak 58 saham mengalami penguatan, 200 saham mengalami penurunan, 88 saham tidak mengalami perubahan dan 110 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. MNCN (+4.76%), GGRM (+2.00%), ICBP (+2.11%), TPIA (+11.67%), dan SMGR (+0.80%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-3.79%), BBRI (-3.11%), ASII (-2.04%), BBNI (-3.60%), dan UNVR (-1.75%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp469 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, PGAS, PTBA, LPKR, dan MAPI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 9,738 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin merupakan pullback untuk retest level psikologis 5,000. Selain itu pelemahan kemarin juga menghasilkan sinyal dead cross pada indikator MACD dan slow stochastic, oleh karena itu untuk hari ini IHSG diperkirakan akan melemah. Dengan support 4,950 dan resistance 5,050. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : BTPN, MNCN, SMGR.
(ang/ang)











































