Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (3/5/2013), IHSG ditutup anjlok 68,563 poin (1,37%) ke level 4.925,483. Sementara Indeks LQ45 ditutup jatuh 13,680 poin (1,61%) ke level 833,613.
Saham-saham di bursa Wall Street AS melonjak menembus rekor baru, terdorong data tenaga kerja yang positif dan memberikan sinyal adanya pemulihan ekonomi AS pasca krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Indeks S&P 500 naik 16,83 poin (1,05%) ke level 1.614,42. Kemudian Indeks Nasdaq naik 38,01 poin (1,14%) kelevel 3.378,63.
Hari ini, IHSG diperkirakan bisa rebound setelah pekan lalu jatuh cukup dalam. Positifnya bursa global dan regional akan menjadi faktor pendorong penguatan IHSG.
Pergerakan bursa-bursa di Asia pagi hari ini:
- Indeks Straits Times naik 15,43 poin (0,46%) ke level 3.385,33. Β
- Indeks KOSPI bertambah 10,85 poin (0,55%) ke level 1.976,56. Β
Rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG pada perdagangan terakhir pekan lalu ditutup melemah tajam. Penurunan indeks terjadi ditengah menguatnya sebagian bursa regional Asia menyusul sentiment positif dari langkah ECB menurunkan suku bunga di Eropa. Kami melihat minimnya sentimen positif serta revisi outlook peringkat utang Indonesia oleh S&P, dari positif menjadi stabil, menjadi pendorong turunnya indeks. Penurunan outlook ini merupakan imbas dari ketidakpastian rencana pemerintah terkait kebijakan harga BBM bersubsidi. Penurunan outlook ini terjadi bersamaan dengan dinaikkannya peringkat hutang Filipina menjadi investment grade. Kami melihat hal ini menjadi highlight untuk investor asing dalam beberapa waktu mendatang. Tampaknya mereka masih akan wait and see hingga pemerintah mengumumkan kebijakan harga BBM. Mengawali pekan ini,, tampaknya tekanan jual akan mulai mereda. Investor juga menanti pengumuman GDP kuartal 1 2013. IHSG akan cenderung konsolidasi dengan kisaran support-resistance 4.890-4.950.
eTrading Securities
Pada perdagangan akhir pekan lalu, IHSG ditutup turun -68.56 poin (-1.37%) ke 4,925.48 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.3 juta lot atau setara dengan Rp6.3 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-0.11%), sektor basic-industries (-1.86%), sektor construction and property (-1.78%), sektor consumer goods (+0.39%), sektor finance (-1.66%), sektor infrastructure (-1.44%), sektor mining (-0.85%), sektor misc-industries (-3.74%), dan sektor trade (-0.99%).
Tercatat sebanyak 83 saham mengalami penguatan, 197 saham mengalami penurunan, 87 saham tidak mengalami perubahan dan 103 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+2.57%), BBCA (+0.94%), PGAS (+1.64%), MLBI (+4.76%), dan MERK (+20.00%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. ASII (-4.17%), BBRI (-4.81%), TLKM (-4.24%), BMRI (-3.45%), dan MNCN (-4.55%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp734 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. BMRI, ASII, BBRI, TLKM, dan INDF. Mata uang Rupiah terapresiasi 9,735 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG akhir pekan lalu menghasilkan sinyal pada indikator MACD yang mulai memasuki teritori negatif. Hal ini mengindikasikan hari ini IHSG masih akan mengalami penurunan di mana hal ini juga dikonfirmasi oleh indikator stochastic yang menghasilkan sinyal bearish. Dengan support 4,850 dan resistance 5,050. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah : ROTI, MYOR, UNVR.
(ang/ang)











































