Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 71 poin didorong aksi beli di seluruh lapisan saham. Atas penguatan ini, indeks pun menembus level 5.200 untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menguat 25,531 poin (0,50%) ke level 5.171,214 langsung menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa membuka perdagangan awal pekan. Aksi beli marak terjadi di seluruh lapisan saham.
Aksi beli langsung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan, membuat indeks sempat melesat sampai ke level tertingginya 5.223,903. Level intraday tertinggi indeks sebelumnya ada di level 5.162,381 yang diraihnya pada perdagangan akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika indeks bisa mempertahankan momentum penguatan sampai sore nanti, maka akan ada rekor intraday tertinggi yang baru. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun menguat, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang melonjak sampai lebih dari dua persen.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 93.940 kali pada volume 3,364 miliar lembar saham senilai Rp 3,464 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 110 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia berhasil mempertahankan momentum penguatan sehingga masih kompak bertahan di zona hijau hingga siang hari ini. Bursa saham Hong Kong memimpin penguatan siang hari ini.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai menguat 20,32 poin (0,89%) ke level 2.303,19. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 391,35 poin (1,70%) ke level 23.474,03. Â
- Indeks Nikkei 225 melonjak 209,16 poin (1,38%) ke level 15.347,28. Â
- Indeks Straits Times naik tipis 0,54 poin (0,02%) ke level 3.449,84. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 350.000, Mayora (MYOR) naik Rp 1.400 ke Rp 35.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.100 ke Rp 56.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.000 ke Rp 34.150.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GWTD) turun Rp 2.300 ke Rp 9.300, Taisho (SQBI) turun Rp 1.000 ke Rp 238.000, Solusi Tunas (SUPR) turun Rp 600 ke Rp 7.050, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 150 ke Rp 6.300.











































