Koreksi di bursa Paman Sam itu lebih sedikit ketimbang yang terjadi di Prancis, Inggris, Jerman, dan Hong Kong di mana semuanya jatuh lebih dari dua persen. Koreksi ini mengikuti jatuhnya indeks Nikkei 225 di bursa Jepang sebanyak 7%.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (24/5/2013), pemicu dari aksi panik jual di bursa negeri sakura itu adalah data manufaktur China yang terkontraksi cukup dalam di Mei pertama kali dalam tujuh bulan terakhir. Hal ini menunjukkan adanya perlambatan pertumbuhan ekonomi China yang berujung pada ekonomi global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks S&P 500 mengikuti pergerakan yang serupa, anjlok 1,1% di awal perdagangan dan ditutup di 1.650,51, melemah 4,84 poin (0,29%). Sementara Indeks Komposit Nasdaq berkurang 3,88 poin (0,11%) ke level 3.459,42.
(ang/ang)











































