Kapitalisasi pasar modal Indonesia tembus Rp 5.000 triliun. Capaian ini didapat karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus menguat sejak awal tahun ini.
"Dalam empat tahun lebih (harga) saham di bursa meningkat lebih dari lima kali lipat. Dari US$ 100 miliar, per kemarin jadi lebih dari US$ 510 miliar. Sudah tembus Rp 5.000 triliun)," kata Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Rabu (29/5/2013).
Selain IHSG yang terus menguat, naiknya kapitalisasi pasar ini juga disokong oleh banyak emiten baru yang masuk lantai bursa setiap tahunnya. Pertengahan tahun ini saja, BEI menargetkan ada 15 emiten baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai hari ini, sudah ada 10 emiten baru yang masuk lantai bursa, antara lain PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX), PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME), dan PT Multi Agro Gemilang Plantation Tbk (MAGP), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (ISSP), dan PT Dyandra Media International Tbk (DYAN), PT Austindo Nusantara Jaya Tbk(ANJT), dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU). (ang/dnl)











































