Investor Asing Masih Lepas Saham, IHSG Mampu Naik 13 Poin

Investor Asing Masih Lepas Saham, IHSG Mampu Naik 13 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Senin, 17 Jun 2013 16:12 WIB
Investor Asing Masih Lepas Saham, IHSG Mampu Naik 13 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu naik 13 poin meski penguatannya terhadap oleh aksi jual saham yang dilakukan investor asing. Saham-saham lapis dua menopang penguatan IHSG.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.925 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 9.870 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka turun tipis 0,856 poin (0,02%) ke level 4.759,888 di tengah penguatan bursa-bursa regional. Indeks kembali terkena aksi jual membuka awal pekan ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untungnya, aksi beli selektif mulai muncul dan berhasil membalikkan IHSG ke zona hijau. Secara perlahan, indeks mulai menajak positif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik 16,713 poin (0,35%) ke level 4.777,457 setelah ada aksi beli selektif di saham-saham yang masih murah. Indeks juga dapat semangat dari penguatan pasar saham Asia.

Akis beli selektif mendorong IHSG hingga ke posisi tertingginya hari ini di level 4.804,503. Invetsor asing masih terus melepas saham, membuat penguatan IHSG sedikit terhambat.

Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (17/6/2013), IHSG ditutup naik 13,760 poin (0,29%) ke level 4.774,504. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 2,363 poin (0,30%) ke level 792,706.

Aksi ambil untung investor asing menghambat laju penguatan IHSG. Imbasnya, lima sektor industri di lanta bursa melemah, sedangkan lima lainnya bisa menguat.

Aksi ambil untung menyasar saham-saham unggulan di sektor finansial dan komoditas. Sedangkan aksi beli terjadi di saham-saham lapis dua.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 171.345 kali pada volume 10.415 miliar lembar saham senilai Rp 8,018 triliun. Sebanyak 153 saham naik, sisanya 109 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Volume dan nilai transaksi perdagangan hari ini naik tinggi berkat adanya aksi tutup sendiri alias crossing saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) Rp 1,2 triliun di pasar negosiasi oleh broker Indo Premier Securities (PD).

Selain itu, ada private placement untuk saham perdana PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) yang listing hari ini oleh CIMB Securities Indonesia (YU) senilai Rp 668 miliar.

Bursa-bursa di regional yang pagi tadi kompak menguat kini ditutup mixed. Jelang penutupan perdagangan, pasar saham China terpeleset jatuh ke zona merah.

Berikut situasi dan kondisi di bursa-bursa regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 5,83 poin (0,27%) ke level 2.156,21.  
  • Indeks Hang Seng menanjak 256,76 poin (1,22%) ke level 21.225,90.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 346,60 poin (2,73%) ke level 13.033,12.  
  • Indeks Straits Times naik 25,07 poin (0,79%) ke level 3.186,50.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.900 ke Rp 11.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 900 ke Rp 50.300, Bina Dana (ABDA) naik Rp 850 ke Rp 4.350, dan Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Inovisi (INVS) turun Rp 650 ke Rp 5.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 600 ke Rp 11.900, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 25.950, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 350 ke Rp 9.100.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads