Pemodal Asing Jual Saham Rp 2,2 Triliun, IHSG Jatuh ke 4.515

Pemodal Asing Jual Saham Rp 2,2 Triliun, IHSG Jatuh ke 4.515

- detikFinance
Jumat, 21 Jun 2013 16:12 WIB
Pemodal Asing Jual Saham Rp 2,2 Triliun, IHSG Jatuh ke 4.515
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkena aksi jual yang sangat marak terjadi sampai jatuh 114 poin. Investor asing banyak-banyak lepas saham sampai nilainya menembus Rp 2,2 triliun.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.930 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.990 per dolar AS.

Siang tadi, dolar sempat menembus kembali kisaran Rp 10.000 lebih tepatnya Rp di 10.065/US$. Dolar kembali menjinak jelang penutupan perdagangan akhir pekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terjun 119,806 poin (2,37%) ke level 4.520,188 setelah muncul kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global. Aksi jual marak terjadi di seluruh pasar saham regional.

Saking maraknya aksi jual yang terjadi sejak pembukaan perdagangan, seluruh indeks sektoral pun 'kebakaran' dengan koreksi sangat dalam, rata-rata lebih dari dua persen.

Pada penutupan perdagangan, IHSG anjlok 147,549 poin (3,19%) ke level 4.482,445 terkena tekanan jual yang dahsyat. Indeks jadi yang terjatuh paling dalam di antara bursa-bursa Asia.

Aksi jual marak terjadi gara-gara kekhawatiran investor akan melambatnya pertumbuhan ekonomi China serta kemungkinan berakhir stimulus oleh The Federal Reserve. Sentimen ini sudah membuat pasar global berjatuhan yang ujung-ujungnya mendesak pasar Asia.

Indeks sempat menyentuh posisi terendahnya hari ini di level 4.474,963. Aksi jual banyak dilakukan oleh investor asing yang dibuntuti oleh para pelaku pasar domestik.

Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (21/6/2013), IHSG ditutup terpangkas 114,622 poin (2,48%) ke level 4.515,372. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 24,341 poin (3,20%) ke level 736,263.

Investor memilih menyelamatkan portofolio dengan melepas saham sebelum indeks anjlok lebih dalam. Aksi ini banyak dilakukan investor asing, transaksi asing sampai sore ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 2,22 triliun di seluruh pasar.

Seluruh lapisan saham jadi target aksi jual. Saham-saham unggulan yang terkena koreksi paling dalam. Tak satu pun indeks sektoral yang menguat, semuanya jatuh di zona merah dengan koreksi rata-rata lebih dari satu persen.

Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 209.081 kali pada volume 6,799 miliar lembar saham senilai Rp 9,476 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 196 saham turun, dan 80 saham stagnan.

Koreksi yang terjadi di pasar saham Asia mulai berkurang, bahkan bursa Jepang sudah bisa balik arah ke zona hijau. Sayangnya, hal ini tidak terjadi di BEI di mana IHSG malah tetap jatuh dengan koreksi yang dalam.

Berikut situasi dan kondisi

  • Indeks Komposit Shanghai turun 10,93 poin (0,52%) ke level 2.073,10.  
  • Indeks Hang Seng melemah 119,56 poin (0,59%) ke level 20.263,31.  
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 215,55 poin (1,66%) ke level 13.230,13.  
  • Indeks Straits Times menipis 3,51 poin (0,11%) ke level 3.129,75.  

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sarana Menara (TOWR) naik Rp 1.100 ke Rp 2.600, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 1.000 ke Rp 81.500, Lion Metal (LION) naik Rp 500 ke Rp 14.500, dan Mayora (MYOR) naik Rp 450 ke Rp 30.650.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 1.400 ke Rp 16.100, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.250 ke Rp 16.700, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 850 ke Rp 47.700, dan Telkom (TLKM) turun Rp 550 ke Rp 9.950.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads