IHSG Terjun Bebas, BEI Jalankan Protokol Manajemen Krisis

IHSG Terjun Bebas, BEI Jalankan Protokol Manajemen Krisis

- detikFinance
Jumat, 21 Jun 2013 17:27 WIB
IHSG Terjun Bebas, BEI Jalankan Protokol Manajemen Krisis
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) terus memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dengan menjalankan protokol manajemen krisis atau Crisis Management Protocol (CMP). Hal itu dilakukan sebagai salah satu reaksi otoritas terhadap penurunan IHSG belakangan ini.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya memiliki indikator dan tahapan yang dapat dilakukan ketika pasar bergejolak seperti saat ini.

"Indikator itu salah satunya dengan memantau melalui CMP," kata Uriep saat ditemui di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Jumat (21/6/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, jika pergerakan IHSG terus mengalami penekanan hingga 5% maka pihak otoritas bursa akan terus memonitor pergerakan saham dan menunjukkan sinyal tanda bahaya.

"Kami ada alat pemberi sinyal itu 'pop up'," kata Uriep.

Penutupan perdagangan, IHSG anjlok 147,549 poin atau 3,19% ke level 4.482,445.

Uriep menambahkan, jika indeks mengalami tekanan hingga 7% maka otoritas BEI akan mengadakan rapat dan segera mengambil keputusan dan akan melaporkan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selanjutnya, jika tekanan pasar saham hingga mencapai 10% maka pihak bursa dapat mengambil keputusan untuk melakukan penahanan perdagangan (hold) selama 30 menit, setelah kondisi tetap melemah, maka pihak bursa akan melakukan suspensi terhadap perdagangan saham secara keseluruhan.

"Jika IHSG turun hingga 10% lebih maka kebijakan tidak lagi berada di BEI tapi langsung oleh OJK," jelasnya.

Terkait hal itu, pihaknya bersama OJK terus melakukan koordinasi dalam hal protokol manajemen krisis.

"Nantinya ada tahapan status dari netral, waspada, dan krisis," kata Uriep.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads