Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, pihaknya memiliki indikator dan tahapan yang dapat dilakukan ketika pasar bergejolak seperti saat ini.
"Indikator itu salah satunya dengan memantau melalui CMP," kata Uriep saat ditemui di kantornya, Gedung BEI, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ada alat pemberi sinyal itu 'pop up'," kata Uriep.
Penutupan perdagangan, IHSG anjlok 147,549 poin atau 3,19% ke level 4.482,445.
Uriep menambahkan, jika indeks mengalami tekanan hingga 7% maka otoritas BEI akan mengadakan rapat dan segera mengambil keputusan dan akan melaporkan kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selanjutnya, jika tekanan pasar saham hingga mencapai 10% maka pihak bursa dapat mengambil keputusan untuk melakukan penahanan perdagangan (hold) selama 30 menit, setelah kondisi tetap melemah, maka pihak bursa akan melakukan suspensi terhadap perdagangan saham secara keseluruhan.
"Jika IHSG turun hingga 10% lebih maka kebijakan tidak lagi berada di BEI tapi langsung oleh OJK," jelasnya.
Terkait hal itu, pihaknya bersama OJK terus melakukan koordinasi dalam hal protokol manajemen krisis.
"Nantinya ada tahapan status dari netral, waspada, dan krisis," kata Uriep.
(ang/ang)











































