Kuartal III, Bank Bumiputera Raup Laba Rp 25,7 Miliar

Kuartal III, Bank Bumiputera Raup Laba Rp 25,7 Miliar

- detikFinance
Jumat, 29 Okt 2004 10:28 WIB
Jakarta - PT Bank Bumiputera Indonesia, Tbk., pada kuartal III 2004 berhasil membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 37,3 miliar, atau naik Rp 13,3 miliar (55%) dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp 24 milyar. Sementara laba bersih yang tercatat sebesar Rp 25,7 miliar, naik Rp 9,3 miliar (56%) dibandingkan kinerja kuartal III tahun 2003, dimana diperoleh laba bersih sebesar Rp 16,5 miliar.Direktur Bank Bumiputera Toto Moeljono dalam penjelasan tertulisnya di Jakarta, Jumat, (29/10/2004) mengatakan, pendapatan bunga bersih memberikan kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan pendapatan ini. Untuk kuartal III tahun 2004, pendapatan bunga bersih mencapai Rp 173,1 miliar atau 53,5% dari total pendapatan bunga untuk periode yang sama sebesar Rp 323,5 miliar. Kenaikan pendapatan bunga bersih tercermin dari kenaikan net interest margin yang mencapai 6,51% untuk kuartal III tahun 2004 dibandingkan dengan 4,09% yang dicapai di tahun 2003. Kredit yang disalurkan untuk kuartal III tahun 2004 tercatat sebesar Rp 2,270 triliun, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2003. "Kenaikan kredit yang disalurkan relatif tidak tinggi karena bank menjaga rasio kecukupan modal (CAR) untuk tetap berada di posisi 10,01% di kuartal III 2004 yang turun sedikit dari 10,05% di posisi kuartal III 2003," kata Toto.Rasio non performing loans (NPL) tercatat 4,56% naik dibanding kuartal III 2003 yang sebesar 3,12%. Meski naik, perseroan, kata Toto, tetap mempertahankan di bawah batas maksimum Bank Indonesia sebesar 5%. Sementara itu, pendapatan operasional lainnya untuk kuartal III tahun 2004 mencapai Rp 21,9 miliar atau turun sebesar 17,3% dibandingkan pencapaian tahun 2003 sebesar Rp 26,5 miliar. Beban operasional lainnya tercatat Rp 127,2 miliar, naik Rp 29,5 milyar (30%) dibandingkan periode yang sama di tahun 2003. Kenaikan ini terjadi di pos beban administrasi umum sebagai konsekuensi peningkatan volume usaha dan aktivitas promosi dalam rangka pengembangan customer based.Dijelaskan Toto, meski terjadi kenaikan beban operasional dan non operasional, namun efisiensi biaya terlihat semakin meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal ini nampak dari penurunan rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi (BOPO) menjadi 89,62% untuk kuartal III tahun 2004 dari 92,66% untuk periode yang sama di tahun 2003. Adapun, posisi dana pihak ketiga (DPK) yang berasal dari giro, tabungan, simpanan berjangka (deposito), dan sertifikat deposito di kuartal III tahun 2004 berjumlah Rp 2,765 triliun, meningkat sebesar Rp 222,9 miliar atau sebesar 8% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2003. Kenaikan pada tabungan cukup signifikan yaitu sebesar 88,5% menjadi Rp 374,1 miliar pada posisi kuartal III 2004 dibandingkan dengan Rp 198,4 pada posisi yang sama di tahun 2003. Posisi LDR relatif tidak berubah dari 94,26% di akhir kuartal III tahun 2003 menjadi 95,89% di akhir kuartal III tahun 2004. Jika memasukkan unsur dana dari Obligasi I Bank BP 2003 maka LDR menjadi 86,67% untuk kuartal III tahun 2004 dan 84,55% untuk kuartal III tahun 2003. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads