"Di tahun 2014, memang kondisi ekonomi global diperkirakan akan sedikit lebih baik. Namun demikian, di tengah nuansa positif ini, sejumlah ketidakpastian muncul. Misalnya, rencana Bank Sentral Amerika Serikat untuk mengurangi ekspansi moneternya, atau tappering off quantitative easing policy," kata SBY dalam pidato Nota Keuangan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2013).
Akibatnya dari hal tersebut, kata SBY, terjadi gejolak nilai tukar dan pasar keuangan di emerging markets, termasuk Indonesia. Menurut SBY, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang mengalami gejolak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal tahun ini dolar diperdagangkan di kisaran Rp 9.500/US$ sampai 9.700/US$. Namun dalam dua bulan terakhir dolar semakin perkasa bahkan hingga menembus Rp 10.000/US$.
Hari ini, dolar dibuka melemah ke Rp 10.410 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 10.345 per dolar AS. Posisi tertinggi yang bisa ditembus dolar ada di level Rp 10.445/US$.
Ia menambahkan, atas situasi yang kurang menggembirakan ini, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 4% menjadi 3,8% di 2014. Hal in sedikit lebih tinggi dari perkiraan tahun 2013 sebesar 3,1%.
(ang/dnl)











































