Asing Lepas Saham Lagi, IHSG Jatuh 93 Poin

Asing Lepas Saham Lagi, IHSG Jatuh 93 Poin

- detikFinance
Senin, 02 Sep 2013 16:09 WIB
Asing Lepas Saham Lagi, IHSG Jatuh 93 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 93 poin gara-gara kembali maraknya aksi lepas saham oleh investor asing. Seluruh lapisan saham melemah dengan koreksi rata-rata lebih dari dua persen.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 10.970 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 10.935 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG menipis 1,791 poin (0,04%) ke level 4.193,338. Indeks sempat bergerak fluktuatif dan dalam rentang yang tidak terlalu lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor masih lakukan aksi tunggu jelang pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS). Aksi beli selektif pun hanya sesekali saja terjadi.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG anjlok 89,362 poin (2,13%) ke level 4.105,727 selepas pengumuman neraca perdagangan Indonesia yang masih defisit tinggi. Pelaku pasar langsung melepas saham.

Neraca perdagangan pada bulan Juli 2013 masih tercatat defisit sebesar US$ 2,31 miliar. Angka ini jauh lebih tinggi dari defisit di Juni sebesar US$ 846,6 juta. Dengan demikian secara kumulatif, yaitu Januari-Juli, defisit sebesar US$ 5,65 miliar.

Neraca perdagangan yang masih defisit cukup tinggi itu membuat kekhawatiran tersendiri di pelaku pasar. Semakin tingginya impor bisa kembali menghajar nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Melemahnya rupiah bisa berarti hengkangnya investor asing dari lantai bursa. Aksi jual pun marak terjadi, membuat indeks yang awalnya bergerak datar langsung ambruk ke teritori negatif.

Menutup perdagangan awal pekan, Senin (2/9/2013), IHSG jatuh 93,856 poin (2,24%) ke level 4.101,233. Sementara Indeks LQ45 anjlok 22,248 poin (3,17%) ke level 678,818.

Indeks hanya sebentar bergerak di zona hijau dengan posisi tertingginya di 4.206,950. Setelah itu, indeks banyak menghabiskan waktu di teritori negatif dengan posisi terendahnya di 4.061,639.

Aksi jual kembali marak dilakukan investor. Transaksi investor asing hingga sore hari ini tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 244,35 miliar di seluruh pasar.

Maraknya aksi jual membuat seluruh indeks sektoral di lantai bursa 'kebakaran'. Saham-saham lapis dua memimpin pelemahan dengan koreksi rata-rata lebih dari tiga persen.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 168.505 kali pada volume 4,361 miliar lembar saham senilai Rp 5,193 triliun. Sebanyak 74 saham naik, sisanya 187 saham turun, dan 83 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir kompak menguat di zona hijau sore hari ini. Aksi beli cukup marak, membuat penguatannya rata-rata lebih satu persen. Sentimen negatif pasar global berhasil ditepis dengan baik.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,07 poin (0,01%) ke level 2.098,45.
  • Indeks Hang Seng melonjak 443,97 poin (2,04%) ke level 22.175,34.
  • Indeks Nikkei 225 menanjak 184,06 poin (1,37%) ke level 13.572,92.
  • Indeks Straits Times naik 23,68 poin (0,78%) ke level 3.052,62.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bukit Asam (PTBA) naik Rp 650 ke Rp 12.750, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 20.100, Elang Mahkota (EMTK) naik Rp 300 ke Rp 5.700, dan SMART (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 7.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Taisho (AQBI) turun Rp 50.850 ke Rp 203.550, Indocement (INTP) turun Rp 1.500 ke Rp 18.200, Matahari (LPPF) turun Rp 1.150 ke Rp 11.300, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 31.400.

(ang/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads