JK: Kalau Dolar Murah, Orang Lebih Suka Barang China Daripada Bandung

JK: Kalau Dolar Murah, Orang Lebih Suka Barang China Daripada Bandung

Muhammad Afifi - detikFinance
Selasa, 03 Sep 2013 16:41 WIB
JK: Kalau Dolar Murah, Orang Lebih Suka Barang China Daripada Bandung
Foto: JK (dok.detikFinance)
Bantul - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) meminta penguatan dolar AS terhadap rupiah yang kembali menembus Rp 11.000 tidak perlu disikapi berlebihan. Biarkan dolar mencari keseimbangan barunya terhadap rupiah.

Menurut JK, naiknya nilai tukar dolar AS tidak perlu diturunkan seperti dua tahun lalu di kisaran Rp 8.000.

"Biarkan dolar mencari keseimbangan barunya. Memang masalahnya ada beberapa barang yang mahal. Tapi kalau nggak begitu, orang akan lebih suka barang China daripada barang Bandung, kalau dolar terlalu murah", tegas JK saat ditemui di kampus UMY Tamantirto Kasihan, Bantul, Selasa (3/9/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar terus terjerembab. Dolar makin liar hingga menyentuh level tertingginya di Rp 11.459.

Dikutip detikFinance dari Reuters, Selasa (3/9/2013), tepat pukul 16.00 WIB, dolar berada di level Rp 11.450. Sudah sedikit menurun dibandingkan satu jam sebelumnya yang menyentuh level Rp 11.459.

Beberapa analis menyebut, tertekannya rupiah akibat kaburnya dana asing. Hal ini dipicu karena defisit neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli 2013 yang melebar mencapai US$ 2,3 miliar. Akibatnya, pelaku pasar merespons negatif.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads