Menurut JK, naiknya nilai tukar dolar AS tidak perlu diturunkan seperti dua tahun lalu di kisaran Rp 8.000.
"Biarkan dolar mencari keseimbangan barunya. Memang masalahnya ada beberapa barang yang mahal. Tapi kalau nggak begitu, orang akan lebih suka barang China daripada barang Bandung, kalau dolar terlalu murah", tegas JK saat ditemui di kampus UMY Tamantirto Kasihan, Bantul, Selasa (3/9/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip detikFinance dari Reuters, Selasa (3/9/2013), tepat pukul 16.00 WIB, dolar berada di level Rp 11.450. Sudah sedikit menurun dibandingkan satu jam sebelumnya yang menyentuh level Rp 11.459.
Beberapa analis menyebut, tertekannya rupiah akibat kaburnya dana asing. Hal ini dipicu karena defisit neraca perdagangan Indonesia di bulan Juli 2013 yang melebar mencapai US$ 2,3 miliar. Akibatnya, pelaku pasar merespons negatif.
(dnl/dnl)











































