Mengakhiri perdagangan, Kamis (5/9/2013), IHSG ditutup terpangkas 22,591 poin (0,55%) ke level 4.050,864. Sementara Indeks LQ45 ditutup terkoreksi 4,029 poin (0,60%) ke level 669,579.
Semalam Wall Street kembali menguat di hari ketiganya secara berturut-turut berkat kuatnya data ekonomi AS. Pelaku pasar masih terus dibayangi oleh kemungkinan serangan AS ke Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hari ini IHSG diperkirakan masih bisa lanjutkan pelemahan. Maraknya sentimen negatif dari dalam dan luar negeri bisa memicu aksi jual pelaku pasar.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 jatuh 151,93 poin (1,08%) ke level 13.912,89. Β
- Indeks KOSPI naik tipis 0,46 poin (0,02%) ke level 1.952,11. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -22.59 poin (-0.55%) ke 4,050.86 dengan jumlah transaksi sebanyak 8.6 juta lot atau setara dengan Rp5.1 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (-1.32%), sektor basic-industries (-1.75%), sektor construction and property (-2.79%), sektor consumer goods (+0.55%), sektor finance (+0.56%), sektor infrastructure (-2.39%), sektor mining (+0.88%), sektor misc-industries (-1.97%), dan sektor trade (+0.41%).
Tercatat sebanyak 85 saham mengalami penguatan, 163 saham mengalami penurunan, 86 saham tidak mengalami perubahan dan 151 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. UNVR (+1.47%), UNTR (+3.49%), KLBF (+2.38%), BBRI (+0.75%), dan BBCA (+0.58%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. TLKM (-4.76%), ASII (-2.63%), CPIN (-9.65%), PGAS (-2.86%), dan ICBP (-2.70%).
Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp147 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. TLKM, ASRI, BBNI, ICBP, dan BMRI. Mata uang Rupiah terdepresiasi 11,649 per Dollar AS.
Secara teknikal pelemahan IHSG kemarin merupakan breakdown dari masa konsolidasinya. Indikator Stochastic menghasilkan sinyal bearsih dan untuk hari ini IHSG berpotensi melanjutkan pelemahannya. Dengan support 3.900 dan resistance 4.195. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BWPT, HRUM, LSIP.
Trust Securities
Permulaan yang cukup baik bagi IHSG ketika mengawali perdagangan di zona hijau. Padahal banyak rekan-rekan Analis yang memperkirakan akan terjadinya pelemahan namun, dengan awal yang cukup positif bagi IHSG membuat seolah-oleh penilaian pesimis tersebut sirna. Pelaku pasar pun kembali memanfaatkan reboundnya IHSG untuk kembali masuk pasar. Apalagi kondisi pasar saham regional cukup positif setelah terimbas penguatan pasar saham AS. Akan tetapi, sesuai dengan perkiraan kami sebelumnya dan dengan semakin melemahnya laju Rupiah membuat harapan akan keberlanjutan positif IHSG kembali pupus. Bahkan positifnya pembukaan pasar saham Eropa belum mampu berimbas positif pada IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4123,73 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4015,44 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4050,86. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (6/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3992-4029 dan resistance 4133-4142. Berpola menyerupai spinning di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih melemah dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic kembali melanjutkan penurunannya meski masih di atas area oversold. IHSG sempat berada di bawah kisaran target support kami (4050-4089) dan kembali ditutup di kisaran target tersebut. Kemungkinan pelemahan lanjutan masih ada dan IHSG berada dipersimpangan. Bila ingin menggenapkan pola three black crows maka pelemahan masih berlanjut namun, bila dimanfaatkan BoW maka IHSG berpotensi menguat.
(ang/ang)











































