Follow detikFinance
Rabu, 18 Sep 2013 19:00 WIB

Bank Mutiara Tetap Tolak Bayar Uang Nasabah Antaboga

- detikFinance
Jakarta - Pihak PT Bank Mutiara Tbk yang dulu bernama Bank Century menyatakan tak punya kewajiban membayar dana nasabah Antaboga yang hilang pasca kolapsnya Bank Century.

Kuasa Hukum Bank Mutiara Mahendradatta mengklaim, secara hukum pihak Bank Mutiara tidak memegang data dan dana nasabah Antaboga tersebut. Bahkan, sertifikat reksa dana nasabah Antaboga pun bukan atas nama Bank Mutiara.

"Tentunya secara hukum Bank Century tidak memegang data nasabah Antaboga. Sertifikat reksa dana juga yang buat bukan Bank Century, mereka tidak ada dananya di kami dan pembukuannya di kami," kata Mahendra dalam jumpa pers di Gedung Bank Mutiara, Jakarta, Rabu (18/9/2013).

Mahendra menyebutkan, putusan Pengadilan Tinggi Jakarta Pusat juga menyebutkan, nasabah Antaboga bukan merupakan nasabah Bank Century. "Putusan Pengadilan Tinggi Jakpus menyebutkan mereka bukan nasabah kami jadi ini kewajiban perusahaan Antaboga," kata dia.

Ssaat ini, pihak Antaboga Delta Sekuritas yang seharusnya bertanggung jawab atas ini sudah tidak bisa diketahui keberadaannya.

"Cari dong mereka. Dari mana yang bisa menyatakan bahwa sertifikat reksa dana Antaboga tersebut, kontrak pengelola dana dari mana? Antaboga kabur dikonfirmasi nggak bisa, ke mana? Tanya polisi," jelasnya.

Sebelumnya, hari ini, Tim Pengawas Kasus Bank Century (Timwas Century) meminta Direksi Bank Mutiara untuk segera membayar dana nasabah Antaboga Delta Sekuritas sesuai keputusan Mahkamah Agung (MA). Bank Mutiara diminta mematuhi proses hukum dan segera menggelontorkan dana internal untuk mengganti dana nasabah yang mencapai Rp 41 miliar.

Mahendra mengatakan, tak puas dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang menyatakan pihak Bank Mutiara harus bertanggung jawab atas hilangnya dana nasabah Antaboga, pihak Bank Mutiara mengajukan Peninjauan Kembali (PK). Saat ini, pengajuan PK tersebut sedang diproses pihak MA.

"Kita sudah ajukan PK, saat ini sedang diproses, intinya saat ini keputusannya belum memiliki landasan hukum tetap. Kita berharap kita akan menang di PK," kata Mahendra.

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan skema penyelesaian atas tuntutan ini untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depan.

"Butuh waktu 2 minggu untuk skema penyelesaian, nanti tanggal 2 Oktober. Tapi kami belum bisa menjawab skema pembayaran seperti apa, nantilah kalau kita menang di PK terus sudah bayar ke nasabah apa mereka mau mengembalikan?," terangnya.

Namun, pihaknya akan berjuang mati-matian di sidang PK nanti.

"Kami sebenarnya tidak punya kewajiban untuk membayar ini makanya kami akan perjuangkan sampai titik darah penghabisan, tolong bilang OC Kaligis kita ketemu di pengadilan," kata Mahendra.

Mahendra mengatakan, segala upaya hukum yang dilakukan semata-mata hanya untuk mengamankan direksi dan manajemen Bank Mutiara.

"Kalau di PK dikalahkan kita akan taat hukum. Iya benar Dirut kami berjanji akan membut skema penyelesaian. Kami hanya ingin mengamankan direksi dan manajemen sehingga tidak salah melangkah," ujar Mahendra,

Dia menyebutkan, saat ini pihaknya terus akan melakukan upaya hukum hingga keputusan dan landasan hukumnya tetap sehingga tidak ada kesalahan dalam mengambil keputusan.

"Kalau PK kalah kami punya kewajiban membayar. Kita ingin jelas jangan sampai ada kebohongan," ucapnya.

Untuk itu, pihaknya tidak akan tergesa-gesa dalam melakukan tindakan yang berkenaan dengan kasus ini. Dia juga belum mau menyebutkan langkah apa yang akan ditempuh jika di dalam PK mereka dinyatakan kalah dalam persidangan.

"Saya tidak akan melakukan secara sengaja melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau memperkaya orang lain kemudian mengganggu perekonomian kita. Dalam hal ini belum ada landasan hukum yang tetap. Itu yang utama harus diperhatikan. Kita masih menunggu hasil perlawanan," kata Mahendra.


(drk/dnl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed