Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Naik

Rekomendasi Saham

Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Naik

- detikFinance
Kamis, 19 Sep 2013 08:25 WIB
Wall Street Cetak Rekor, IHSG Siap Naik
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin kembali anjlok 54 poin gara-gara investor asing kembali melepas saham. Saham-saham bank jadi target aksi jual.

Mengakhiri perdagangan, Rabu (18/9/2013), IHSG ditutup jatuh 54,366 poin (1,20%) ke level 4.463,254. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 13,423 poin (1,75%) ke level 752,201.

Semalam Wall Street melaju kencang setelah The Federal Reserve mengejutkan pasar dengan mempertahankan stimulus. Dua indeks acuan di bursa Paman Sam pun berhasil cetak rekor tertinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat, Indeks Dow Jones melaju 147,21 poin (0,95%) ke level 15.676,94, Indeks S&P 500 melonjak 20,76 poin (1,22%) ke level 1.725,52 dan Indeks Komposit Nasdaq naik 37,942 poin (1,01%) ke level 3.783,641.

Hari ini IHSG diperkirakan akan menguat setelah mendapat sentimen positif dari pasar global tersebut. Menguatnya bursa-bursa Asia juga jadi katalis pendorong IHSG.

Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:

  • Indeks Nikkei 225 menguat 158,80 poin (1,09%) ke level 14.664,16. Β 
  • Indeks Straits Times melonjak 59,85 poin (1,87%) ke level 3.253,70. Β 

Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin turun cukup signifikan di mana investor memilih melakukan aksi profit taking dan menunggu hasil siding FOMC (17-18 Sept) yang diperkirakan masih akan berpengaruh cukup besar untuk Indonesia. Kami proyeksikan hari ini pasar akan merespon hasil hari pertemuan FOMC. Jika hasilnya mengecewakan pasar tampaknya tekanan jual masih akan berlanjut. Sebaliknya jika ternyata sesuai dengan ekspektasi, di mana The Fed sebelumnya diperkirakan akan mengurangi buyback obligasi US$ 10 miliar/bulan, akan dapat menambah optimisme bahwa dampaknya tidak akan terlampau signfikan untuk pasar global. Kisaran support-resistance 4.390-4.500.

KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup turun -54.37 poin (-1.20%) ke 4,463.25 dengan jumlah transaksi sebanyak 10.6 juta lot atau setara dengan Rp17.2 triliun.

Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+0.16%), sektor basic-industries (-1.35%), sektor construction and property (-0.71%), sektor consumer goods (-2.30%), sektor finance (-2.15%), sektor infrastructure (-1.02%), sektor mining (+1.39%), sektor misc-industries (+0.25%), dan sektor trade (-1.01%).

Tercatat sebanyak 117 saham mengalami penguatan, 138 saham mengalami penurunan, 82 saham tidak mengalami perubahan dan 147 saham tidak diperdagangkan sama sekali.

Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BUMI (+12.09%), BRAU (+18.29%), IMAS (+6.67%), IBST (+15.91%), dan BORN (+16.67%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BBRI (-4.29%), BMRI (-3.89%), GGRM (-7.56%), UNVR (-2.38%), dan BBNI (-3.98%).

Asing tercatat melakukan net sell di pasar reguler sebesar Rp 280 miliar dengan saham yang paling banyak dijual a.l. ASII, SMGR, BMRI, PGAS, dan ROTI. Mata uang Rupiah terdepresiasi Rp 11.324 per dolar AS.

Secara teknikal penurunan IHSG kemarin merupakan koreksi sehat setelah kemarin mengalami penurunan tipis. IHSG kembali melemah dengan MACD masih berada di area up trend, sehingga tampak pelemahan semakin terbatas, namun MACD masih menunjukkan pelemahan begitu juga dengan stochastic, sehingga untuk hari ini diperkirakan masih akan cenderung mixed.Dengan support 4.277 dan resistance 4.544. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BIPI, DOID, LSIP, TINS.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads