Tapi lain halnya dengan pasar saham Wall Street. Perdagangan saham akan terus berlanjut meski Securities & Exchange Commission (SEC) diminta berhenti menyetop sebagian operasinya.
Wasit pasar modal AS itu diminta untuk menghentikan seluruh registrasi baru terkait pasar modal, seperti initial public offering (IPO), rights issue dan sebagainya. Nah, pada saat seperti ini bagaimana sebaiknya sikap investor, keluar atau masuk?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atau setidaknya investor lebih baik diam saja dan bertahan di saham, jangan tergesa-gesa mencairkan dana dan pegang uang tunai, karena nilai tukar dolar diprediksi akan melemah terhadap beberapa mata uang dunia.
"Akan ada pergerakan yang fluktuatif dalam jangka pendek... tapi pasar makin lama makin bisa bertahan atas omong kosong dari Washington," katanya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (1/10/2013).
Menurutnya, AS sudah mengalami shutdown 17 kali sejak 1976. Ditutupnya pemerintahan itu sempat berada di bawah pimpinan Presiden Gerald R. Ford, Jimmy Carter, Ronald Reagan, Bill Clinton dan lainnya.
Jika melihat sejarah, saham-saham memang awalnya berjatuhan tapi setelah itu naik sekitar satu bulan setelah ditutupnya pemerintahan. Apalagi setelah anggaran disetujui dan pemerintah AS bisa beroperasi normal, saham-saham langsung meroket karena banyak investor ingin kembali masuk.
"Semua aksi jual jangka pendek itu sebenarnya jadi kesempatan untuk beli saham di harga diskon," katanya.
(ang/dnl)











































