Mengutip data Reuters, Kamis (17/10/2013), dolar sempat dibuka di level Rp 10.935. Satu jam kemudian, dolar langsung melejit dan diperdagangkan di level Rp 11.355.
Dolar masih menunjukkan penguatannya terhadap rupiah, jika dibandingkan dengan nilai tukar negara berkembang dolar terlihat melemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Indonesia (BI) sendiri mematok kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) pada (17/10/2013) di posisi Rp 11.351 atau lebih tinggi dari hari sebelumnya (16/10/2013) yang sebesar Rp 11.316.
BI menyebut, depresiasi nilai tukar rupiah terutama dipengaruhi penyesuaian kepemilikan nonresiden di aset keuangan domestik dipicu sentimen terkait pengurangan (tapering off) stimulus moneter oleh the Fed.
"Dari sisi fundamental, tekanan depresiasi Rupiah lebih besar dengan relatif tingginya defisit transaksi berjalan di Indonesia," jelas Gubernur BI Agus Martowardojo beberapa waktu lalu saat konferensi pers BI Rate.
Diharapkan, pada akhir Triwulan III-2013 tekanan Rupiah berkurang sejalan dengan membaiknya kinerja inflasi dan neraca perdagangan serta sentimen positif penundaan tapering off oleh the Fed.
(dru/dnl)











































