Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 27,945 poin (0,61%) ke level 4.547,834 terkena aksi ambil untung setelah sempat naik tinggi. Saham-saham yang sudah mahal mulai dilepas investor.
Investor mulai melepas saham yang sudah naik tinggi demi ambil untung. Indeks pun sama sekali tak menyentuh zona hijau pada perdagangan hari ini bahkan sempat jatuh ke posisi terendahnya di 4.517,470.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak melemah, dengan rata-rata koreksi lebih dari satu persen. Saham-saham di sektor aneka industri terkena koreksi paling dalam.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 66.640 kali pada volume 2,221 miliar lembar saham senilai Rp 2,902 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 149 saham turun, dan 107 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih bergerak variatif hingga siang hari ini. Beberapa masih bisa menguat, seperti pasar saham Jepang dan Singapura.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 14,73 poin (0,66%) ke level 2.214,51. Â
- Indeks Hang Seng berkurang 113,65 poin (0,48%) ke level 23.324,50. Â
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 9,54 poin (0,06%) ke level 14.703,11. Â
- Indeks Straits Times menguat 12,14 poin (0,38%) ke level 3.207,90. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 1.750 ke Rp 29.200, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 37.350, Bank Mega (MEGA) naik Rp 200 ke Rp 2.200, dan Bukit Asam (PTBA) naik Rp 150 ke Rp 13.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 32.750, Unilever (UNVR) turun Rp 750 ke Rp 30.750, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 14.050, Indocement (INTP) turun Rp 450 ke Rp 19.650.
(ang/dru)











































