Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.255 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.290 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melaju 36,568 poin (0,81%) ke level 4.550,168 berkat aksi beli yang dilakukan investor lokal. Harapan berlanjutnya stimulus The Fed di AS membuat pelaku pasar percaya diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melonjak 47,505 poin (1,05%) ke level 4.560,248 menyusul maraknya aksi beli yang terjadi di lantai bursa. Saham-saham unggulan dan lapis dua jadi incaran investor.
Indeks bertahan di zona hijau sepanjang perdagangan sesi sore. Investor berhasil mempertahankan momentum penguatan hingga penutupan perdagangan.
Menutup perdagangan, Rabu (23/10/2013), IHSG menguat 33,756 poin (0,75%) ke level 4.546,499. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,689 poin (0,75%) ke level 758,427.
Aksi beli didominasi investor domestik, sedangkan asing masih terus melepas saham. Hanya dua indeks sektoral yang melemah, delapan sektor lainnya berhasil menguat.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 173.757 kali pada volume 5,836 miliar lembar saham senilai Rp 7,177 triliun. Sebanyak 169 saham naik, sisanya 80 saham turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa-bursa regional malah kompak melemah sore hari ini, padahal pagi tadi rata-rata masih menguat. Aksi ambil untung terjadi, membuat koreksi cukup dalam hingga lebih dari satu persen.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional di sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai anjlok 27,54 poin (1,25%) ke level 2.183,11. Â
- Indeks Hang Seng jatuh 316,04 poin (1,36%) ke level 22.999,95. Â
- Indeks Nikkei 225 amblas 287,20 poin (1,95%) ke level 14.426,05. Â
- Indeks Straits Times melemah 6,95 poin (0,22%) ke level 3.203,26. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Unilever (UNVR) naik Rp 900 ke Rp 31.700, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 600 ke Rp 67.000, Mandom (TCID) naik Rp 500 ke Rp 10.500, dan Jembo Cable (JECC) naik Rp 450 ke Rp 2.450.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain SMART (SMAR) turun Rp 600 ke Rp 6.700, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 32.550, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 250 ke Rp 36.850, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 17.500.
(ang/dru)











































