Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 11.100 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.030 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 12,039 poin (0,27%) ke level 4.578,015 atas minimnya katalis yang bisa menggerakan saham-saham ke atas. Penguatan IHSG juga terhambat posisinya yang sudah jenuh beli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 31,909 poin (0,70%) ke level 4.558,629 terkena aksi ambil untung yang mulai marak. Memerahnya bursa-bursa di Asia jadi sentimen negatif terhadap pergerakan IHSG.
Indeks hanya mampir sebentar di zona hijau pagi tadi yaitu di level 4.592,525. Makin lama indeks jatuh makin dalam di zona merah. Aksi beli jelang penutupan pun gagal mengembalikan indeks ke teritori positif.
Menutup perdagangan, Selasa (29/10/2013), IHSG terkoreksi 27,768 (0,60%) ke level 4.562,770. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 6,731 poin (0,87%) ke level 766,088.
Indeks sektoral bergerak fluktuatif sejak pagi tadi, beberapa yang bisa menguat akhirnya jatuh juga ke zona merah. Akhirnya hanya dua sektor yang menguat, yaitu aneka industri dan infrastruktur, sisanya melemah.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 118.294 kali pada volume 4,083 miliar lembar saham senilai Rp 4,358 triliun. Sebanyak 84 saham naik, sisanya 162 saham turun, dan 99 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia bergerak mixed menutup perdagangan hari ini. Pergerakan bursa regional sangat fluktuatif, banyak terjadi transisi antara zona merah dan hijau.
Berikut situasi dan kondisi di bursa-bursa regional hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 5,00 poin (0,23%) ke level 2.128,86. Â
- Indeks Hang Seng naik 39,96 poin (0,18%) ke level 22.846,54. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 70,06 poin (0,49%) ke level 14.325,98. Â
- Indeks Straits Times menguat tipis 2,43 poin (0,08%) ke level 3.210,28. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Pioneerindo (PTSP) naik Rp 400 ke Rp 4.000, Inti Bangun (IBST) naik Rp 350 ke Rp 6.350, Bank Mayapada (MAYA) naik Rp 330 ke Rp 1.680, dan Duta Pertiwi (DUTI) naik Rp 300 ke Rp 4.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Merck (MERK) turun Rp 5.000 ke Rp 170.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 31.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 650 ke Rp 37.450, dan HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 67.900.
(ang/dru)











































