Seperti dikutip dari siaran pers perseroan, Kamis (31/10/2013), produksi bijih perseroan di akhir September tahun ini 29% lebih rendah yaitu sebesar 17.264 ton dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2012 sebesar 24.357 ton.
Sementara produksi logam timah mencapai 16.088 mton atau lebih rendah 31% dibandingkan dengan produksi logam pada periode yang sama tahun 2012 yaitu 23.255 mton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total penerimaan penjualan yang diterima oleh perusahaan pelat merah itu sampai dengan akhir September 2013 tercatat Rp 3,89 triliun atau turun 35% dari realisasi pendapatan tahun 2012 sebesar Rp 6, triliun.
Dalam sembilan bulan pertama tahun ini, harga saham timah berfluktuasi pada posisi tertinggi di harga Rp 1.610 dan terendah pada posisi Rp 950 per lembar saham. Di akhir September harga saham Timah ditutup sebesar Rp 1.610 per lembar, masih lebih rendah dibandingkan harga pembukaan pada tanggal 2 Januari 2013 sebesar Rp 1.680 per lembar.
(ang/dnl)











































