Garuda Catat Rugi Karena Investasi Citilink

Garuda Catat Rugi Karena Investasi Citilink

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 01 Nov 2013 17:10 WIB
Garuda Catat Rugi Karena Investasi Citilink
Palembang -

PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) mencatat kerugian Rp 220,4 miliar pada triwulan III-2013. Kerugian disebabkan tingginya investasi untuk anak usaha, Citilink. Sementara untuk Garuda sendiri tetap mencetak laba.

Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar mengatakan, tahun ini perseroan membutuhkan banyak investasi untuk Citilink. Terutama dalam penambahan armada.

"Kalau Garuda sendiri untung, hanya Citilink-nya yang rugi. Nah, Citilink itu kan kita harus investasi, karena kalau kita tidak buat tahun ini kita kan perbesar armada semuanya, nah mereka ini sekarang lagi butuh waktu agar lebih efisien lagi kalau Garuda-nya sih nggak rugi," ujarnya detikFinance di Hotel Aryaduta, Palembang, Jumat (1/11/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu juga ada dampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Emir menuturkan Garuda punya penerimaan dalam bentuk dolar, di mana berbeda dengan unit Citilink.

"Bagi Garuda kan ada dolar revenue, kalau mereka (Citilink) kan rupiah. Kita lihat sekarang depresiasi rupiah terhadap dolar tahun ini dari Januari sampai sekarang mendekati 15%. Nah, bagi mereka sulit karena pakai rupiah kan," jelasnya.

Hingga akhir tahun, diprediksi Citilink tetap akan mencatat kerugian bagi induk perusahaan. Meski belum dapat disebutkan nominalnya, Emir memperkirakan kerugian yang diderita perusahaan cukup besar.

"Cukup besar lah, karena ada pembelian avtur juga kan," sebut Emir.

Maskapai plat merah itu mencatat beban keuangan yang meningkat cukup tinggi, yaitu dari Rp 22,9 triliun ke angka Rp 26,6 triliun dalam sembilan bulan pertama tahun ini.

Tingginya beban itu membuat laba usaha perseroan tergerus menjadi hanya Rp 221 miliar dari sebelumnya Rp 898,4 miliar di triwulan III tahun lalu.

Beban keuangan yang cukup tinggi juga membuat perusahaan yang bermarkas di Tangerang ini menderita rugi sebelum pajak Rp 95,5 miliar dibandingkan sebelumnya laba sebesar Rp 853,4 miliar.

Dengan demikian, rugi bersih periode berjalan Garuda mencapai Rp 220 miliar di triwulan III-2013, dibandingkan dengan laba Rp 600 miliar di tahun lalu periode yang sama.

(mkj/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads