DAJK Tawarkan Saham Perdana Maksimal Rp 550/Lembar

DAJK Tawarkan Saham Perdana Maksimal Rp 550/Lembar

- detikFinance
Selasa, 19 Nov 2013 14:24 WIB
DAJK Tawarkan Saham Perdana Maksimal Rp 550/Lembar
Jakarta - PT Dwi Aneka Jaya Kemasindo Tbk (DAJK) menawarkan harga saham perdana dalam initial public offering (IPO) di kisaran Rp 425-550 per lembar. Dengan total saham yang dilepas 642.857.000 lembar, maka perseroan bisa meraih dana antara Rp 273-353 miliar.

"Harga saham IPO di kisaran Rp 425-550 per lembar," kata Presiden Direktur DAJK Andreas Chaiyadi Karwandi dalam siaran pers, Selasa (19/11/2013).

Masa penawaran awal (bookbuilding) telah dilakukan sejak 13 sampai 26 November 2013. Pernyataan efektif Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diharapkan diperoleh pada 4 Desember 2013, sehingga penawaran umum dapat dilakukan 6-10 Desember 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu dilanjut masa penjatahan 11 Desember 2013, pembayaran ke emiten hingga distribusi pada 13 Desember 2013, dan dilanjutkan dengan pencatatan saham di papan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 16 Desember 2013.

Andreas lebih lanjut menjelaskan, kendati masih memiliki kewajiban utang bank, dana hasil IPO sepenuhnya untuk modal kerja dan belanja modal.

“Sekitar 60% akan digunakan untuk modal kerja. Sisanya 40% untuk belanja modal dalam rangka peningkatan kapasitas produksi. Kita belum berpikir untuk refinancing utang,” ungkap Andreas.

Perseroan punya dua divisi, yakni corrugated carton dan offset printing, yang keduanya memasok produk-produk kemasan untuk berbagai industri. Saat iti, divisi corrugated carton memiliki kapasitas produksi 48.000 ton per tahun, meningkat dari 24.000 ton per tahun. Peningkatan ini sejalan dengan penggantian mesin baru yang sudah mulai berproduksi pada medio Oktober 2013.

"Nah nanti dengan dukungan dana internal dan hasil IPO, kita akan meningkatkan kapasitas produksi divisi offset printing dari 36.000 ton per tahun menjadi 76.000 ton per tahun," kata Andreas.

Adapun peningkatan kapasitas offset printing berasal dari pembelian 4 (empat) mesin baru 6-8 warna dan penggantian mesin lama.

"Kita sudah dan sedang merealisasikan pergantian mesin. Harapannya pertengahan 2014 sudah selesai semua," harap Andreas.

Perseroan punya 3 pabrik. Pertama Plant I dengan kapasitas terpasang 26.000, mengoperasikan 30 mesin. Kemudian Pant II, dengan kapasitas terpasang 10.000 ton, mengoperasikan 18 mesin. Dan Plant III dengan kapasitas terpasang 48.000, mengoperasikan 25 mesin.

Rata mesin yang terpakai adalah pabrikan Jerman, Taiwan, Cina, Korea, Switzerland, dengan rata-rata umur mesin 8 tahun.

(ang/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads