Rencananya, perusahaan tambang Bakrie Group ini akan membayar utang-utangnya lewat penjualan saham anak perusahaannya. BUMI akan menjual saham PT Kaltim Prima Coal (KPC) sebesar 19% atau setara US$ 950 juta (Rp 9,5 triliun), menjual saham BRMS sebesar 42% atau setara US$ 257 juta (Rp 2,57 triliun), dan melakukan penerbitan saham baru atau Rights Issue BUMI yang mencapai US$ 150 juta (Rp 1,5 triliun).
Dari jumlah tersebut, masih ada kekurangan US$ 430 juta atau Rp 4,3 triliun. Jumlah penjualan saham hanya mencapai US$ 1,357 miliar. Rencananya untuk melunasi utang US$ 430 juta itu, BUMI akan menarik utang baru kepada CIC dengan bunga yang lebih murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan ini tidak akan membagikan dividen di tahun ini karena masih mencatatkan kerugian dalam kinerja keuangannya.
Hingga kuartal III-2013, perseroan mencatatkan kerugian sebesar US$377,5 juta. Angka ini turun 40% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 632,5 juta.
(drk/dnl)











































