Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 11,463 poin (0,27%) ke level 4.323,221 akibat aksi jual investor asing. Sentimen rekor Wall Street semalam tidak mampu mendorong pelaku pasar lakukan aksi beli.
Aksi beli masih terjadi di saham-saham berbasis komoditas. Tapi aksi jual lebih banyak terjadi sehingga membuat indeks terus meluncur hingga ke titik terendahnya di 4.285,513
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi jual membuat sembilan indeks sektoral di lantai bursa 'kebakaran' sehingga IHSG tetap merah. Aksi jual ini banyak dilakukan oleh investor asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 67.413 kali pada volume 2,059 miliar lembar saham senilai Rp 2,406 triliun. Sebanyak 36 saham naik, sisanya 173 saham turun, dan 79 saham stagnan.
Pergerakan bursa-bursa di Asia masih sama seperti pagi tadi, bergerak variatif sebagian di zona merah dan sebagian lagi di zona hijau.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 0,28 poin (0,01%) ke level 2.186,40. Β
- Indeks Hang Seng menguat 50,84 poin (0,21%) ke level 23.735,29. Β
- Indeks Nikkei 225 melemah 73,88 poin (0,47%) ke level 15.545,25. Β
- Indeks Straits Times menipis 0,71 poin (0,02%) ke level 3.179,94. Β
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Unilever (UNVR) turun Rp 700 ke Rp 27.100, Asahimas (AMFG) turun Rp 500 ke Rp 7.050, United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 20.600, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 30.350.
(ang/dru)











































