Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terpangkas 24,364 poin (0,58%) ke level 4.192,530. Indeks sudah terkena koreksi sejak awal pekan dan kini turun lagi di akhir pekan. Sentimen negatif datang dari pasar global dengan isu stimulusnya.
Saham-saham yang sudah melemah masih terus dilepas oleh investor. Aksi beli terjadi di saham-saham komoditas tapi tidak cukup membuat indeks bergerak ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham bank kelas berat terkena tekanan jual paling banyak. Dibuntuti saham-saham konsumer dan infrastruktur.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 62.941 kali pada volume 1,705 miliar lembar saham senilai Rp 1,911 triliun. Sebanyak 77 saham naik, sisanya 117 saham turun, dan 96 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia kompak melemah gara-gara sentimen negatif dari bank sentral AS. Belum ada pelaku pasar yang berani bertaruh di tengah situasi yang tak kondusif seperti sekarang ini.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 13,77 poin (0,61%) ke level 2.233,30.
- Indeks Hang Seng turun 51,05 poin (0,22%) ke level 23.661,52.
- Indeks Nikkei 225 menipis 9,19 poin (0,06%) ke level 15.168,30. Β
- Indeks Straits Times berkurang 8,97 poin (0,29%) ke level 3.115,41.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.500 ke Rp 62.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 39.200, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 350 ke Rp 29.300, dan Unilever (UNVR) turun Rp 250 ke Rp 25.250.
(ang/dnl)











































