Meski Diwarnai Profit Taking IHSG Terus Melejit
Rabu, 24 Nov 2004 16:27 WIB
Jakarta - Meski sempat diwarnai aksi profit taking, IHSG kembali naik pada penutupan Rabu (24/11/2004) sebesar 2,305 poin pada level 961,324. Investor masih terus optimis terhadap kenaikan indeks karena kondisi makro ekonomi seperti suku bunga dan rupiah terus menguat.Indeks LQ 45 naik 1,357 poin pada level 210,557, JII naik 2,231 poin pada level 161,983, MBX naik 0,830 poin pada level 256,200, dan DBX turun 0,392 poin pada level 222,358.Perdagangan di pasar reguler mencatat transaksi sebanyak 28.710 kali pada volume 5.352.708 lot saham senilai Rp 1,831 triliun. Sebanyak 50 saham naik harganya, 80 saham turun dan 243 saham stagnan.Saham saham yang naik harganya di top gainer, di antaranya, Astra International (ASII) naik Rp 200 menjadi Rp 8.800, Indosat (ISAT) naik Rp 200 menjadi Rp 6.000, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 150 menjadi Rp 2.625, Telkom (TLKM) naik Rp 100 menjadi Rp 5.100, Bank Danamon (BDMN) naik Rp 75 menjadi Rp 4.050, dan BRI (BBRI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.250.Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top looser di antaranya, HM Sampoerna (HMSP), turun Rp 300 menjadi Rp 6.500, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 75 menjadi Rp 925, Unilever (UNVR) turun Rp 75 menjadi Rp 3.275, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 1.825, dan Gudang Garam (GGRM) turun Rp 50 menjadi Rp 13.050.Meski sempat diwarnai profit taking namun indeks kembali naik dan mencatat level tertingginya. Hal ini karena investor masih optimis indeks bakal menembus level seribu karena posisi maskro ekonomi seperti rupiah dan suku bunga yang stabil.Namun demikian investor ritel tetap diminta waspada karena indeks terus menerus mengalami kenaikan sehingga rawan akan profit taking.
(djo/)











































