Bahkan, beberapa hari kemarin dolar bergerak terus di Rp 12.000-an.
"Pelemahan nilai tukar tersebut terutama dipicu sentimen negatif pelaku pasar terhadap rencana pengurangan stimulus moneter AS (tapering off) serta pengaruh defisit transaksi berjalan Indonesia," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Difi Johansyah seperti dikutip detikFinance, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya sehingga dapat mendukung penyesuaian ekonomi secara terkendali," ungkapnya.
Di sisi eksternal, beberapa perkembangan mengindikasikan berlanjutnya perbaikan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV-2013. Perbaikan NPI ditopang oleh menyempitnya defisit Transaksi Berjalan seiring dengan perbaikan pada neraca perdagangan yang kembali mencatat surplus pada Oktober 2013.
"Selain itu, aliran masuk modal asing baik dari investasi langsung maupun investasi portofolio diperkirakan masih mencatat surplus yang meningkat sehingga memadai untuk membiayai defisit transaksi berjalan," papar Difi.
Cadangan devisa pada akhir November 2013 sebesar US$ 97,0 miliar atau setara dengan 5,3 bulan impor dan pembayaran Utang Luar Negeri pemerintah, di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
(/)











































