Mengakhiri perdagangan, Rabu (18/12/2013), IHSG ditutup naik 13,936 poin (0,33%) ke level 4.196,282. Sementara Indeks LQ45 ditutup menguat 3,363 poin (0,48%) ke level 697,015.
Wall Street berhasil cetak rekor baru setelah The Federal Reserve berencana memangkas nilai stimulusnya. Aksi bank sentral ini sesuai dengan prediksi pasar analis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hair ini IHSG diperkirakan akan kembali menguat mengikuti positifnya bursa global dan regional. Aksi beli investor asing dan domestik akan semakin ramai.
Pergerakan bursa-bursa regional pagi hari ini:
- Indeks Nikkei 225 melonjak 228,18 poin (1,46%) ke level 15.815,98. Β
- Indeks KOSPI menguat 14,95 poin (0,76%) ke level 1.989,58. Β
Rekomendasi untuk perdagangan saham hari ini:
Panin Sekuritas
IHSG kemarin bergerak cukup volatile dan ditutup menguat melanjutkan rebound yang terjadi sehari sebelumnya. Pergerakan indeks terjadi ditengah aksi wait and see investor hingga keputusan Fed hari ini (tadi malam). Harga komoditas seperti minyak dan emas juga terkoreksi sekitar 1% menunggu keputusan tapering. Faktor yang memberatkan kemungkinan tapering mulai dilakukan bulan ini adalah pengangguran yang terus membaik ke level 7% dari 10%, payroll 2 bulan berturut-turut di atas 200k, penjualan ritel yang kuat, dan penjualan rumah yang tumbuh meski mortgate rate naik. Sedangkan faktor yang membuat tapering tidak akan dilakukan bulan ini adalah inflasi masih dibawah target stimulus 2,5% sedangkan inflasi yg rilis kemarin baru 1,7%yoy, dan target pengangguran 6,5%. Fokus investor hari ini akan mengarah pada hasil sidang The Fed. Kami proyeksikan IHSG akan bergerak mixed dengan kisaran support-resistance 4.150-4.225.
KDB Daewoo Securities
Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup naik +13.94 poin (+0.33%) ke 4,196.28 dengan jumlah transaksi sebanyak 14.1 juta lot atau setara dengan Rp6.7 triliun.
Pergerakan sektor-sektor IHSG a.l sektor agricultural (+1.76%), sektor basic-industries (+1.16%), sektor construction and property (-0.04%), sektor consumer goods (+0.47%), sektor finance (-0.38%), sektor infrastructure (+0.73%), sektor mining (+0.91%), sektor misc-industries (+0.87%), dan sektor trade (-0.24%).
Tercatat sebanyak 114 saham mengalami penguatan, 116 saham mengalami penurunan, 116 saham tidak mengalami perubahan dan 144 saham tidak diperdagangkan sama sekali.
Saham-saham yang menempati top gainers a.l. BBRI (+2.16%), TLKM (+1.22%), SMGR (+2.66%), INTP (+2.86%), dan ASII (+0.81%). Sementara itu, saham-saham yang menempati top losers a.l. BMRI (-1.91%), BDMN (-4.43%), BBCA (-0.53%), SCMA (-2.91%), dan UNTR (-1.36%).
Asing tercatat melakukan net buy di pasar reguler sebesar Rp241 miliar dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BBRI, SMGR, TLKM, INDF, dan GGRM. Mata uang Rupiah terdepresiasi 12,168 per Dollar AS.
Secara teknikal kenaikan IHSG kemarin membuat stochastic goldencross, masih berada tepat di bawah PSAR, volume relative sama dengan volume kemarin, masih di bawah MA 50 dan MA 200, MACD mendekati titik nol, candle doji, sehingga untuk perdagangan hari ini kami melihat mempunyai kecenderungan mixed.
Untuk perdagangan hari ini kami melihat peluang perdagangan mixed dengan rekomendasi trading buy. Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan adalah: BBRI, HRUM, dan SIMP.
(ang/ang)











































