Tertekan Profit Taking, IHSG Anjlok 1,11%

Sesi I

Tertekan Profit Taking, IHSG Anjlok 1,11%

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Jumat, 20 Des 2013 11:41 WIB
Tertekan Profit Taking, IHSG Anjlok 1,11%
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 47 poin terkena aksi ambil untung makin ramai saja. Aksi lepas saham ini didominasi investor domestik.

Mengawali perdagangan akhir pekan, IHSG dibuka turun tipis 6,678 poin (0,16%) ke level 4.225,302 setelah penguatannya dihadang aksi ambil untung. Suasana libur panjang mulai menyebar di lantai bursa.

Indeks langsung merah sejak pembukaan perdagangan pagi tadi. Saham-saham yang kemarin naik tinggi langsung dilepas demi profit taking.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Jumat (19/12/2013), IHSG jatuh 47,111 poin (1,11%) ke level 4.184,869. Sementara Indeks LQ45 anjlok 9,611 poin (1,36%) ke level 695,832.

Dari awal hanya melepas tipis, IHSG secara perlahan terus melemah di zona merah sampai ke titik terendahnya di 4.182,154. Hanya satu sektor yang masih bertahan positif.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi hanya sebanyak 54.915 kali pada volume 1,986 miliar lembar saham senilai Rp 1,609 triliun. Sebanyak 36 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia bergerak ke arah negatif hingga siang hari ini. Tapi masih ada pasar modal yang menguat, yaitu bursa Singapura.

Berikut kondisi bursa-bursa regional hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 12,69 poin (0,60%) ke level 2.115,10.  
  • Indeks Hang Seng turun 102,86 poin (0,45%) ke level 22.785,89.  
  • Indeks Nikkei 225 berkurang 79,50 poin (0,50%) ke level 15.779,72.  
  • Indeks Straits Times naik 7,87 poin (0,26%) ke level 3.078,10.  
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 900 ke Rp 24.450, Hanson (MYRX) naik Rp 60 ke Rp 590, Lonsum (LSIP) naik Rp 40 ke Rp 1.890, dan Betonjaya (BTON) naik Rp 40 ke Rp 610.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050 ke Rp 28.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 750 ke Rp 60.500, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 19.250, Matahari (LPPF) turun Rp 400 ke Rp 10.600.

(ang/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads