Lippo Karawaci Akan Lakukan Right Issue

Lippo Karawaci Akan Lakukan Right Issue

- detikFinance
Jumat, 26 Nov 2004 13:39 WIB
Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan menawarkan sebanyak 881.905.813 saham baru atau right issue melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Rasio penawarannya adalah setiap seratus pemegang saham lama akan memperoleh hak membeli 43 saham baru. Demikian diungkapkan oleh Presdir PT Lippo Karawaci Tbk Viven G.Sitiabudi dalam paparan publik yang berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat,(26/11/2004). Menurut Viven, perseroan menetapkan harga untuk right issue tersebut sebesar Rp 1.050 per saham. Selain itu perseroan juga menawarkan waran seri I sejumlah 529.143.488 yang diberikan kepada setiap pemegang saham yang melaksanakan HMETD. Setiap 3 waran akan diberikan kepada pemegang saham yang memiliki 5 saham baru dengan harga Rp 1.750 per waran. "Waran ini diberikan kepada pemegang saham yang mensubscribed HMETD," kata Viven. Waran tersebut bisa dilaksanakan pembeliannya pada periode 30 Mei 2005 sampai 30 November 2007. Menurut Viven, dari hasil pelaksanaan right issue tersebut, perseroan mengharapkan bisa menghimpun dana sebesar Rp 926 miliar. Dana yang diperoleh tersebut sebesar 70 persen akan digunakan untuk pengembangan proyek sentral komersial yang berlokasi di Medan, Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Sedangkan sisanya sebesar 30 persen digunakan untuk modal kerja perseroan. Bertindak sebagai pembeli siaga (standby buyer) adalah PT Ciptadana Sekuritas yang akan membeli saham yang tidak diambil oleh pemegang saham dengan harga Rp 1.050 per saham. Sedangkan penjamin emisi yang ditunjuk adalah PT Danareksa Sekuritas dan BNP Paribas Securities. Jadwal pelaksanaan right issue tersebut adalah 29 Desember 2004 sampai 17 Januari 2005 sebagai right trading periode. Sedangkan right exercising periode dilakukan 29 Desember 2004 sampai 18 Januari 2005. Sebelumnya perseroan juga akan melakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan pemegang saham pada 15 Desember 2004. Lippo Karawaci, pada bulan Juli 2004 menjadi induk dari penggabungan 7 perusahaan lainnya dalam Grup Lippo. Saat ini bisnis utama (core business Lipo Karawaci adalah hotel, rumah sakit dan properti. Kinerja per September 2004 mencatat pendapatan sebesar Rp 1,1 triliun atau naik 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 882,6 miliar. Sedangkan laba bersih per September 2004 sebesar rp 187,8 miliar atau naik 44 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 130,8 miliar. (djo/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads