Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 12.225 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu di Rp 12.175 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka terjun bebas 149,292 poin (3,36%) ke level 4.288,051 terkena aksi jual masif sehingga menukik tajam sampai sempat balik ke level 4.200. Banyak sekali sentimen negatif yang beredar di pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terpangkas 129,158 poin (2,91%) ke level 4.308,185 akibat aksi jual masih yang terjadi sejak pagi tadi. Seluruh indeks sektoral kena koreksi yang cukup dalam.
Sentimen negatif dari pasar global dan regional membuat investor melepas saham. Aksi jual terjadi di seluruh lapisan saham tanpa kecuali, membuat koreksi indeks sektoral rata-rata lebih dari dua persen.
Mengakhiri perdagangan awal pekan, Senin (27/1/2014), IHSG jatuh 114,563 poin (2,58%) ke level 4.322,780. Sementara Indeks LQ45 terjun bebas 24,639 poin (3,30%) ke level 722,399.
Neraca perdagangan Jepang mengalami rekor defisit senilai US$ 112 miliar di 2013, tertinggi sejak 1979, ditambah Wall Street yang juga anjlok jadi sentimen negatif. Aksi jual pun dilancarkan oleh investor lokal dan asing.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 248.700 kali pada volume 4,606 miliar lembar saham senilai Rp 4,883 triliun. Sebanyak 49 saham naik, sisanya 252 saham turun, dan 53 saham stagnan.
Bursa-bursa regional menutup awal pekan dengan kompak terjatuh di zona merah. Aksi jual masif juga terjadi di bursa Asia sehingga koreksi yang terjadi rata-rata cukup dalam.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 21,09 poin (1,03%) ke level 2.033,30. Β
- Indeks Hang Seng anjlok 473,96 poin (2,11%) ke level 21.976,10. Β
- Indeks Nikkei 225 amblas 385,83 poin (2,51%) ke level 15.005,73. Β
- Indeks Straits Times jatuh 39,54 poin (1,29%) ke level 3.036,45. Β
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya SMART (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 7.200, MNC Sky (MSKY) naik Rp 125 ke Rp 2.080, Lion Metal (LION) naik Rp 100 ke Rp 12.100, dan Hotel Sahid (SHID) naik Rp 60 ke Rp 390.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.725 ke Rp 40.425, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.500 ke Rp 21.250, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.225 ke Rp 25.650, dan Indocement (INTP) turun Rp 1.075 ke Rp 20.225.
(ang/dru)











































